Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 04:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam sejarah politik Indonesia, pertengahan tahun sering menjadi periode yang sensitif karena bertepatan dengan evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan.

Selain itu, sejumlah kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto mulai memasuki fase implementasi yang menentukan. 

"Program-program besar seperti hilirisasi, swasembada pangan, reformasi fiskal, hingga Program Makan Bergizi Gratis mulai memasuki tahap pengujian di lapangan," kata pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Kamis 18 Juni 2026.


Dalam kondisi seperti itu, kata Amir, kegagalan teknis di lapangan dapat dengan mudah dikapitalisasi menjadi kegagalan politik.

“Kelompok oposisi tentu akan memanfaatkan setiap celah untuk membangun narasi bahwa pemerintah tidak kompeten," kata Amir.

Menurut Amir, hal ini biasa dalam demokrasi. Yang perlu dicermati adalah ketika kritik berubah menjadi upaya sistematis untuk menciptakan persepsi bahwa negara sedang menuju kekacauan.

Amir juga mengaitkan perkembangan tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu yang menyinggung adanya indikasi kuat mengenai apa yang disebut sebagai “Gerakan Jakarta”.

Amir menilai, istilah tersebut tidak dapat dipahami secara harfiah sebagai gerakan massa biasa. Dalam terminologi intelijen, sebuah gerakan sering kali merujuk pada jaringan aktor yang bekerja melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, kelompok tekanan politik, aktivis, hingga pembentukan opini publik.

“Saya melihat apa yang disampaikan Presiden Prabowo bukan sekadar retorika politik. Bisa jadi beliau memperoleh laporan intelijen mengenai adanya konsolidasi kelompok-kelompok tertentu yang memiliki tujuan politik jangka menengah maupun jangka panjang,” kata Amir.

Amir mengatakan bahwa dalam praktik intelijen modern, indikasi ancaman terhadap stabilitas nasional biasanya tidak muncul dalam bentuk gerakan tunggal, melainkan melalui serangkaian aktivitas yang tampak terpisah namun memiliki arah narasi yang sama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya