Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).(Foto: Istimewa)

Bisnis

Akademisi:

Keberhasilan Obligasi Global Danantara Patahkan Narasi "Sell Indonesia"

RABU, 17 JUNI 2026 | 23:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keberhasilan Danantara Investment Management dalam menerbitkan obligasi global (global bond) perdana senilai 1,5 miliar dola AS mendapat respons positif dari kalangan akademisi. 

Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi menilai tingginya minat investor internasional terhadap instrumen tersebut menjadi bukti bahwa narasi pesimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia tidak sesuai dengan realitas pasar.

“Ini sekaligus membantah narasi 'Sell Indonesia'. Yang terjadi justru sebaliknya, dunia sedang menunjukkan sikap 'Buy Indonesia',” kata Iswadi dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026. 


Danantara Investment Management, anak usaha sovereign wealth fund Danantara, berhasil menerbitkan obligasi global dalam dua tenor, yakni 750 juta dolar AS untuk tenor lima tahun dengan yield 5,35 persen dan 750 juta dolar AS untuk tenor 10 tahun dengan yield 5,95 persen.

Penerbitan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari pasar internasional. Order book tercatat mencapai 4,6 miliar dolar AS atau mengalami oversubscription lebih dari tiga kali lipat dibanding target awal sebesar 1 miliar dolar AS. 

Tingginya permintaan investor bahkan mendorong penurunan yield final hingga 35 basis poin dari panduan awal, yang diperkirakan dapat menghemat biaya bunga sekitar 5 juta dolar AS per tahun.

Menurut Iswadi, pencapaian ini memiliki makna strategis karena mayoritas pembeli berasal dari investor institusi global yang dikenal memiliki standar penilaian investasi sangat ketat.

Data alokasi investor menunjukkan bahwa 38 persen pembeli berasal dari Amerika Serikat, terdiri dari fund manager, perusahaan asuransi, dan dana pensiun. 

Sementara itu, investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) mendominasi dengan porsi 41 persen, sedangkan investor Asia berkontribusi sebesar 21 persen. 

Sebanyak 82 persen pembeli merupakan asset manager dan fund manager institusional yang umumnya berorientasi pada investasi jangka panjang.

“Ketika mereka berani menempatkan dana dalam jumlah besar pada instrumen Danantara, itu berarti mereka melihat prospek ekonomi Indonesia sangat menjanjikan,” kata Iswadi.

Ia menambahkan bahwa premi yield obligasi Danantara yang hanya sekitar 10-20 basis poin di atas obligasi dolar pemerintah Indonesia menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pasar terhadap kredibilitas lembaga tersebut.

“Untuk ukuran institusi yang baru berdiri, premi yang sangat tipis ini mencerminkan keyakinan investor bahwa Danantara memiliki fondasi yang kuat dan didukung tata kelola yang kredibel. Ini merupakan pencapaian yang sangat baik,” kata Iswadi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya