Berita

Bendera PSI. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Langkah PSI Bajak Kader PDIP dan Partai Lain Bisa jadi Bumerang

RABU, 17 JUNI 2026 | 21:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Munculnya wacana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan membajak kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuai sorotan publik.  

Direktur Eksekutif P3S Jerry Massie menilai manuver tersebut justru berpotensi menjadi bumerang bagi PSI di tengah perjuangan menembus ambang batas parlemen.

“Salah besar jika Jokowi akan membajak kader PDIP. Dia lupa siapa dia dan bagaimana latar belakang politiknya,” tegas Jerry dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.


Ia menyebut basis pendukung PDIP memiliki loyalitas ideologis yang tidak mudah digoyahkan oleh tawaran manuver politik praktis dari luar.

“Militansi pemilih dan kader PDIP sulit digoyahkan. Mereka memiliki ikatan batin dan sejarah perjuangan yang panjang dengan partai,” jelasnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan realitas yang dihadapi PSI saat ini. Jerry mengingatkan bahwa PSI hingga kini masih belum memiliki basis pemilih tetap (captive voter) yang kuat dan mengakar di tingkat grassroots. 

“Upaya untuk mengambil jalan pintas dengan merekrut kader partai lain, alih-alih membangun basis dari bawah justru menjadi strategi yang keliru,” ungkapnya.

Lanjut Jerry, elektabilitas PSI saat ini masih berada di angka 1,2 persen. Angka ini masih sangat jauh dari ambang batas parlemen yang ditetapkan sebesar 4 persen.

“Membajak kader PDIP tidak akan secara otomatis memindahkan basis masa mereka ke PSI. Sementara di sisi lain, PSI tidak punya basis pemilih tetap yang bisa diandalkan untuk mendongkrak elektabilitas menembus threshold,” beber dia.

Jerry memberikan peringatan keras bahwa upaya meracuni atau membajak kader PDIP bukan hanya akan dianggap sebagai langkah politik yang tidak rasional, melainkan juga sebuah bentuk pengkhianatan.

“PDIP merupakan kendaraan utama yang membesarkan nama Jokowi di panggung politik nasional,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya