Berita

Wapres Gibran Rakabuming saat menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin malam, 15 Juni 2026. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Mau Buktikan Bukan Pemimpin Tipis Kuping

RABU, 17 JUNI 2026 | 17:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang memilih membuka ruang dialog dan menerima langsung aspirasi mahasiswa di Istana Wapres menuai apresiasi. Sikap tersebut dinilai sebagai cerminan kepemimpinan modern yang tidak anti-kritik.

Ketua Umum DPN Solidaritas Pemuda Desa, Fadli Rumakefing menegaskan, respons cepat Gibran terhadap kritik mahasiswa atas sejumlah kebijakan pemerintah menunjukkan praktik nyata dari listening leadership atau kepemimpinan yang mendengar.

"Penerimaan mahasiswa oleh Mas Wapres Gibran bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, kritik, dan masukan," ujar Fadli kepada awak media, Rabu, 17 Juni 2026.


Menurut Fadli, di era digital seperti saat ini, publik dan generasi muda menginginkan sosok pemimpin yang hadir, mudah dijangkau, serta responsif terhadap dinamika di akar rumput.

Sikap yang ditunjukkan mantan Walikota Solo itu, kata dia, menempatkan kemampuan mendengar sebagai unsur vital dalam tata kelola pemerintahan masa kini.

"Pemimpin tidak hanya menyampaikan program kepada masyarakat, tetapi juga bersedia mendengar langsung aspirasi, kritik, dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat," jelasnya.

Fadli juga mengingatkan dalam iklim demokrasi yang sehat, aksi dan kritik yang dilayangkan oleh mahasiswa merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari kontrol sosial. Langkah Wapres menyambut mereka justru menjadi bentuk penghormatan terhadap hak warga negara.

"Dalam demokrasi, kritik tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Kritik justru merupakan bagian penting dari proses evaluasi dan perbaikan kebijakan publik," tukas Fadli.

Lebih lanjut, ia berharap pendekatan inklusif ini bisa terus dipertahankan demi menjaga stabilitas politik dan sosial tanpa harus membungkam suara-suara kritis dari elemen masyarakat sipil.

"Hubungan antara negara dan masyarakat tidak harus dibangun melalui konfrontasi. Dialog yang terbuka dan setara justru menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga kualitas demokrasi," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya