Berita

Rapat Panja Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah yang membahas Asumsi Dasar Ekonomi Makro, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN 2027. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Banggar Sepakati Asumsi Makro 2027, Ini Rinciannya

RABU, 17 JUNI 2026 | 13:03 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan kebijakan fiskal tahun 2027 sebagai acuan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN 2027.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, Panja memandang target pertumbuhan ekonomi 2027 perlu didorong lebih optimistis dengan tetap didukung reformasi struktural.

"Panja memandang penting proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih optimistis disertai dengan upaya dan kebijakan transformasi struktural ekonomi Indonesia sebagai fondasi penting pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," kata Said dalam rapat Panja Asumsi Dasar Kebijakan Fiskal, Defisit, dan Pembiayaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.


Dalam kesepakatan tersebut, pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada kisaran 5,8-6,5 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar Rupiah Rp16.800-17.500 per Dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,6-7,2 persen, harga minyak mentah Indonesia (ICP) 70-95 Dolar AS per barel, lifting minyak 580-605 ribu barel per hari, lifting gas bumi 953 ribu-1,017 juta barel setara minyak per hari, serta defisit APBN sebesar 1,8-2,4 persen terhadap PDB.

Said menambahkan, pemerintah juga didorong menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi pangan dan energi, sekaligus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Panja meminta pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali, terutama inflasi pangan dan energi, serta memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional," ujarnya.

Selain itu, Banggar meminta pemerintah mengoptimalkan pembiayaan pembangunan agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

"Panja juga meminta pemerintah mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah ekonomi," tutur Said.

Kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang akan disampaikan Presiden kepada DPR pada 16 Agustus mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya