Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

RABU, 17 JUNI 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia jatuh ke level terendah dalam tiga bulan terakhir setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengizinkan Iran kembali menjual minyak mentah segera jika kesepakatan untuk mengakhiri konflik berhasil dicapai.

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap tercapainya perdamaian yang lebih permanen di Timur Tengah. Prospek meredanya ketegangan di kawasan tersebut diperkirakan akan menambah pasokan minyak global dan mengurangi risiko gangguan distribusi energi.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 16 Juni 2026, waktu setempat, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun 5 persen ke level 78,96 Dolar AS per barel. Ini menjadi pertama kalinya Brent diperdagangkan di bawah 80 Dolar AS per barel sejak Maret 2026.


Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan yang lebih dalam. Harganya merosot 5,8 persen dan ditutup pada 76,05 Dolar AS per barel.

Pelaku pasar merespons positif kabar bahwa Iran berpotensi segera kembali mengekspor minyak ke pasar internasional. Jika hal itu terjadi, pasokan minyak global akan bertambah sehingga menekan harga.

Harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran juga semakin menguat. Selain membuka jalan bagi ekspor minyak Iran, kesepakatan tersebut dinilai dapat mengurangi ketidakpastian geopolitik yang selama ini membebani pasar energi.

Di sisi lain, para pelaku industri pelayaran tanker menyambut baik prospek tercapainya kesepakatan tersebut, meski mereka masih berhati-hati terhadap rencana pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan energi yang sangat penting karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Gangguan di kawasan ini selama ini selalu memicu kekhawatiran pasar dan mendorong kenaikan harga minyak.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya