Berita

Logo Badan Gizi Nasional (BGN). (Foto: BGN)

Politik

Kompas-RI Mendadak Ralat Isu Dugaan Kader PDIP Terlibat MBG

SELASA, 16 JUNI 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Kompas-RI) akhirnya angkat bicara untuk meluruskan gaduh dugaan komersialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kompas-RI secara terbuka mengakui adanya kekeliruan terkait tudingan yang sempat dialamatkan kepada sejumlah kader PDIP di wilayah tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, Koordinator Lapangan Kompas-RI, Al Ghi menyebut tuduhan keterlibatan kader partai berlambang banteng moncong putih dalam pelaksanaan program MBG di Banyuwangi tidak terbukti.


"Kami menyampaikan kekeliruan atas dugaan, lebih tepatnya tuduhan adanya keterlibatan sejumlah kader PDIP dalam pelaksanaan program MBG di Banyuwangi," ujar Al Ghi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Al Ghi, para kader PDIP Banyuwangi justru terbukti tegak lurus menjalankan Instruksi DPP PDIP Nomor 940/IN/DPP/II/2026. Instruksi super ketat dari pusat tersebut melarang keras segala bentuk pemanfaatan program MBG untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun politik praktis.

Atas kepatuhan tersebut, Kompas-RI pun melayangkan apresiasi kepada jajaran pengurus dan kader PDIP di Banyuwangi yang dinilai komitmen menjaga marwah instruksi partai.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bersama agar kita semua tetap menjadi agent of control atas kebijakan dan program-program yang dijalankan pemerintah. Adapun bagi PDIP, semoga tetap bisa menjadi check and balances dalam mengawal kebijakan pemerintah," tuturnya.

Sebelumnya, Kompas-RI sempat menyuarakan kecurigaan adanya indikasi keterlibatan oknum kader PDIP dalam lingkaran program nasional tersebut di Banyuwangi.

Al Ghi berdalih, tudingan awal yang mereka layangkan murni sebagai bentuk fungsi pengawasan dari elemen pemuda dan mahasiswa.

"Aspirasi kami murni untuk menjaga agar program nasional yang diperuntukkan bagi peningkatan gizi anak-anak tidak bergeser menjadi instrumen bisnis para pemburu rente," pungkas Al Ghi mengklarifikasi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya