Berita

Pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa. (Foto: Setwapres)

Politik

Pertemuan Gibran dengan Pendemo Tak Berdampak Politik

SELASA, 16 JUNI 2026 | 14:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dinilai tidak akan menimbulkan dampak politik yang signifikan. Langkah tersebut hanya memunculkan kesan bahwa pemerintah bersedia mendengar aspirasi mahasiswa.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menerima sekitar 15 perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin sore, 15 Juni 2026.

Para mahasiswa diterima di Istana Wakil Presiden yang lokasinya tidak jauh dari titik aksi. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Bung Karno dan kampus lainnya, dengan mengenakan almamater masing-masing.


Dalam audiensi tersebut, salah satu tuntutan yang disampaikan mahasiswa adalah meminta pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai pertemuan itu tidak akan membawa konsekuensi politik yang berarti bagi Gibran.

"Enggak ada dampak politik apa pun. Paling hanya memunculkan kesan bahwa wapres mendengar aspirasi mahasiswa yang sedang demo," kata Adi Prayitno kepada RMOL, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Adi, narasi bahwa Gibran terbuka terhadap kritik justru menjadi paradoks jika melihat fakta bahwa sejumlah kelompok mahasiswa lain yang menggelar aksi sehari sebelumnya, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus, tidak mendapatkan kesempatan serupa untuk bertemu langsung dengan wakil presiden.

"Kalau ingin mengesankan sebagai wapres yang mendengar aspirasi, justru itu paradoks. Karena BEM UI dan BEM lainnya yang demo sehari sebelumnya tidak ditemui," ujarnya.

Karena itu, Adi menilai pertemuan tersebut lebih bersifat simbolik ketimbang memiliki implikasi politik yang luas terhadap posisi maupun citra politik Gibran di mata publik.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya