Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Sebanyak 6,2 juta pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara di berbagai wilayah Indonesia selama periode Januari-Mei 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total 6.201.016 pelanggan menggunakan layanan transportasi dari Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS), KA Srilelawangsa, LRT Sumsel, hingga KA Minangkabau Ekspres.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta api dan LRT memiliki peran dalam memperkuat konektivitas antara pusat kota, kawasan permukiman, pusat ekonomi, destinasi wisata, hingga bandara.
“Ketika stasiun terhubung dengan bandara, perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah direncanaka,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa 16 Juni 2026.
Dari total pelanggan tersebut, layanan di Pulau Jawa melayani 2,52 juta pelanggan, sedangkan layanan di Sumatera mencapai 3,68 juta pelanggan.
Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu layanan dengan pertumbuhan pesat. Sepanjang Januari-Mei 2026, layanan ini mengangkut 1.013.574 pelanggan atau naik 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 883.065 pelanggan.
Sementara itu di daerah Yogyakarta, KA Bandara YIA melayani 1.129.627 pelanggan, terdiri atas 763.216 pelanggan KA YIA Reguler dan 366.411 pelanggan KA YIA Xpress. Jumlah tersebut meningkat 1,06 persen dibanding periode Januari-Mei 2025.
Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, KA BIAS melayani 375.032 pelanggan atau naik 24,9 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 300.271 pelanggan. Layanan ini menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan sejumlah wilayah di Solo Raya hingga Madiun.
Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa melayani 1.775.765 pelanggan, meningkat 2,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun LRT Sumsel mencatat jumlah pengguna terbesar dengan 1.815.017 pelanggan selama lima bulan pertama 2026.
Sedangkan KA Minangkabau Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau melayani 92.001 pelanggan.
Anne menegaskan integrasi kereta api, LRT, dan bandara merupakan bagian penting dari pengembangan ekosistem transportasi publik yang terhubung.
“Bandara dan stasiun adalah dua simpul penting dalam perjalanan masyarakat. Ketika keduanya terhubung, akses menuju pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata menjadi lebih terbuka,” tandasnya.