Berita

Ratusan Mahasiswa membubarkan diri usai berdemonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Mahasiswa yang Berdemo di DPR Bubarkan Diri dengan Tertib

SENIN, 15 JUNI 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026, membubarkan diri dengan tertib.

Pantauan RMOL di lokasi, massa aksi yang terdiri dari Aliansi Cipayung Menggugat (PMKI, GMNI, LMND, dan HIMAPERSIS) serta mahasiswa dari sejumlah kampus seperti STIAMI, Paramadina, dan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.

“Kalau tuntutan kita tidak dipenuhi, kita pastikan bakal membawa massa yang lebih besar lagi. Sepakat kawan-kawan?” teriak orator dari atas mobil komando. 


“Sepakat,” sahut ratusan mahasiswa lainnya sambil berjalan meninggalkan area Gedung DPR.

Sementara itu, aparat kepolisian yang sejak awal berjaga di sekitar lokasi turut mengawal proses pembubaran massa.

Selama aksi berlangsung, situasi secara umum terpantau kondusif. Meski sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Gatot Soebroto akibat aktivitas unjuk rasa, kondisi berangsur normal setelah massa membubarkan diri.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan sebagai berikut: 

1. Mendesak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. 

2. Menuntut pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia guna menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi. 

3. Menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat dan mencegah kenaikan harga kebutuhan pokok. 

4. Mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

5. Menuntut penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem pelaksanaan guna menjamin efektivitas serta akuntabilitas program.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya