Ilustrasi Logo PPP. /RMOL
Ilustrasi Logo PPP. /RMOL
Kasus tersebut bermula dari laporan yang diajukan Wahyu Ingratubun ke Polda Metro Jaya pada 8 Juni 2026. Dalam laporan bernomor LP/B/4074/VI/2026/SKPT/Polda Metro Jaya itu, Muhamad Mardiono bersama Erfandi dan Syarifus Syarif dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen sebagaimana diatur dalam Pasal 391 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Menanggapi laporan tersebut, sejumlah pengurus PPP di Sulawesi, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan meminta aparat kepolisian mengusut perkara secara profesional dan transparan.
Populer
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Selasa, 01 September 2026 | 11:03
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
UPDATE
Jumat, 04 September 2026 | 14:18
Jumat, 04 September 2026 | 13:59
Jumat, 04 September 2026 | 13:33
Jumat, 04 September 2026 | 13:33
Jumat, 04 September 2026 | 13:31
Jumat, 04 September 2026 | 13:20
Jumat, 04 September 2026 | 13:12
Jumat, 04 September 2026 | 13:08
Jumat, 04 September 2026 | 13:06
Jumat, 04 September 2026 | 13:01