Berita

Poster bergambar Gibran Rakabuming Raka beredar dengan narasi berbau kampanye. (Foto: warganet)

Politik

Penyebar Poster “Mas Gibran Presiden” Diduga Provokator yang Ingin Prabowo Lengser

SENIN, 15 JUNI 2026 | 09:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyebaran poster bergambar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan narasi "SAATNYA GIBRAN MEMIMPIN: TOKOH MUDA SOLUSI BANGSA HARI INI"  dinilai sebagai upaya provokasi yang berpotensi mengadu domba Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai kemunculan poster yang beredar luas melalui WhatsApp sejak Jumat malam 12 Juni 2026  tersebut tidak dapat dilepaskan dari situasi politik yang tengah memanas. 
Poster yang memuat slogan "AYO BERSATU MAS GIBRAN PRESIDEN" itu diketahui beredar luas setelah demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

"Munculnya poster itu di WhatsApp saat massa aksi bubar tentu menimbulkan berbagai spekulasi. Namun yang relatif pasti, hal itu tidak dilakukan oleh massa yang menggelar aksi," kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Senin 15 Juni 2026. 

"Munculnya poster itu di WhatsApp saat massa aksi bubar tentu menimbulkan berbagai spekulasi. Namun yang relatif pasti, hal itu tidak dilakukan oleh massa yang menggelar aksi," kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Senin 15 Juni 2026. 

Menurut Jamiluddin, ada kemungkinan poster tersebut dibuat oleh kelompok oportunis yang sengaja memanfaatkan meningkatnya eskalasi politik untuk mengadu domba Prabowo dan Gibran. Tujuannya, kata dia, adalah menciptakan situasi politik dan keamanan yang semakin tidak terkendali.

"Ada kemungkinan hal itu dilakukan oleh kelompok oportunis yang sengaja memanfaatkan panasnya eskalasi politik untuk mengadu domba antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tujuannya agar situasi politik dan keamanan di tanah air semakin tidak terkendali (chaos)," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya adu domba semacam itu kerap muncul ketika terjadi ketidakpastian politik. Dalam kondisi tersebut, berbagai rumor dan isu biasanya bermunculan untuk memperluas rasa curiga di tengah masyarakat.

"Hal itu dilakukan untuk menciptakan meluasnya ketidakpastian dan saling curiga sesama anak bangsa, terutama antara Prabowo dan para pendukungnya di satu sisi dengan Gibran dan para pendukungnya di sisi lain," jelasnya.

Jamiluddin menilai poster tersebut sengaja dibangun seolah-olah merupakan aspirasi murni dari pendukung Gibran yang menginginkan Prabowo lengser dan digantikan oleh Gibran sebagai presiden. Kesan itu, menurutnya, berpotensi memancing reaksi keras dari pendukung Prabowo.

"Poster itu bisa saja sengaja dibuat seolah-olah merupakan aspirasi murni pendukung Gibran yang menghendaki Prabowo lengser dan digantikan oleh Gibran sebagai presiden. Kesan ini sengaja diciptakan agar pendukung Prabowo bereaksi," katanya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa jika isu penurunan Prabowo terus digulirkan, maka secara otomatis akan memicu penolakan dari para pendukungnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul tuntutan balasan yang menyasar Gibran.

"Kalau Prabowo diisukan diturunkan, secara otomatis akan ditolak pendukungnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan pendukung Prabowo juga menghendaki Gibran diturunkan," ujarnya.

Karena itu, Jamiluddin menduga tujuan utama penyebaran poster tersebut adalah mengalihkan perseteruan politik nasional menjadi konflik terbuka antara kubu Prabowo dan kubu Gibran.

"Kalau hal itu terjadi, maka perseteruan politik nasional akan beralih menjadi konflik antara Prabowo dan Gibran. Kiranya inilah motif utama pembuat poster tersebut," pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya