Berita

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Publika

Mengapa Presiden Prabowo Banyak Diserang?

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 22:50 WIB

ANEH, justru ketika Presiden Prabowo lebih memperhatikan dan memprioritaskan rakyat kecil, serangan negatif justru datang bertubi-tubi ke arah mantan Danjen Kopassus ini. Seolah cibiran dan kritik selalu akrab dengannya. Bahkan Prabowo dulu pernah digosipkan akan melakukan kudeta pasca Soeharto.

Faktanya, Prabowo pernah kalah Pilpres 3 kali (2009, 2014, 2019), tetapi tetap setia di jalur demokrasi konstitusional lewat Pemilu. Bukan kudeta yang sering digosipkan. Kemenangan Prabowo di Pilpres kemarin adalah buah dari perjuangan dan kegigihannya, bukan karena bantuan dan pengaruh bapaknya. 

Salah satu program utamanya sebagai presiden adalah mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi mandiri, terhindar dari bangsa kacung. Terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2024 lalu, menjadikannya leluasa fokus kepada program untuk kepentingan rakyat miskin.


Salah satunya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah menjangkau 62 juta penerima manfaat guna meminimalisir stunting dan malnutrisi anak-anak dan ibu hamil di lapisan bawah.

Program MBG juga berhasil menciptakan lapangan kerja yang menyerap 1,3 juta tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya itu, korupsinya pun diberantas lewat Kejagung. Saat ini, presiden Prabowo justru berupaya memperkuat ketahanan pangan, mencegah kebocoran, menjaga aset strategis nasional, dan mendorong Indonesia bisa lebih mandiri.

Lalu kenapa Prabowo justru menuai banyak tekanan?

Jawaban sederhananya adalah bahwa program Prabowo yang lebih menyentuh kelas bawah, dibandingkan kelas menengah dan kelas atas. Program MBG adalah contoh yang tidak dapat dinikmati kelas atas/menengah, yang kemudian secara masif menggunakan sarana HP di media sosial untuk melakukan kritik dan agitasi terhadap kebijakan Prabowo.

Sebaliknya, kelas bawah jarang main medsos di HP-nya, kecuali untuk kepentingan pribadi. Suara dan aspirasinya pun jarang sampai di permukaan.

Sebagai perbandingan, di era Jokowi prioritas programnya adalah membangun sarana infrastruktur secara masif, seperti MRT dan jalan tol. Kelas menengah/atas tentu bisa merasakan manfaatnya. Karena pemakai utama infrastruktur jalan tol adalah kelas menengah/atas yang memiliki kendaraan roda empat dan memakai bensin Pertamax nonsubsidi. Dan kelas atas/menengah paling aktif main HP di medsos yang menyuarakan suara dan aspirasi politiknya di permukaan.

Ini artinya, Prabowo sebenarnya lebih berpihak kepada rakyat kecil, ketimbang semua pendahulunya. Bagaimana mungkin ada gerakan aksi demonstrasi memperjuangkan kelas atas/menengah yang bermobil untuk dapat subsidi Pertamax, tetapi rakyat kecil malah tidak dapat MBG?

Yang seharusnya ilfil sama Prabowo itu harusnya mafia tambang dan migas, koruptor, yang lagi giat-giatnya digaruk dan disikat oleh Presiden Prabowo.

Jadi kalaupun Prabowo itu bisa berjalan di atas air, pasti tetap ada yang nyinyir: "aah itu karena Prabowo enggak bisa berenang aja." Padahal buat apa berenang badan jadi basah kuyup kalau bisa berjalan di atas air bukan?

Igor Dirgantara
Dosen Fisip Universitas Jayabaya

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya