Berita

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja. (Foto: RMOL)

Politik

Bawaslu Dukung Penguatan Sistem Penegakan Etik Penyelenggara Pemilu

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 17:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendorong penguatan sistem penegakan etik penyelenggara pemilu guna menjaga kualitas demokrasi dan integritas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Bagja, keberadaan DKPP merupakan keunikan tersendiri dalam sistem kepemiluan Indonesia karena menjadi lembaga independen yang secara khusus menangani persoalan etik penyelenggara pemilu.


"DKPP adalah satu-satunya, mungkin di dunia, lembaga etika untuk penyelenggara pemilu. Tidak ada lembaga independen yang ditempatkan di dua institusi penyelenggara pemilu selain DKPP," ujar Bagja.

Ia menjelaskan, DKPP memiliki kesamaan sejarah dengan Bawaslu. Pada awal perkembangan sistem kepemiluan nasional, keduanya berada dalam satu rumpun kelembagaan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, seiring perkembangan demokrasi, Bawaslu kemudian berdiri sebagai lembaga mandiri sejak 9 April 2008 untuk memastikan independensi dan netralitas dalam menangani dugaan pelanggaran pemilu.

Bagja menilai model kelembagaan Bawaslu juga menjadi rujukan bagi sejumlah negara lain. Menurutnya, hanya sedikit negara yang memiliki lembaga pengawas pemilu dengan fungsi serupa.

"Kalau kami melihat seluruh lembaga penyelenggara pemilu di dunia, yang memiliki model seperti Bawaslu hanya sekitar tiga sampai lima negara, misalnya Ekuador dan Timor Leste," jelasnya.

Sebagai sosok yang telah menjabat dua periode di Bawaslu RI dan pernah terlibat dalam tim perumus pembentukan DKPP, Bagja berpandangan penguatan kelembagaan penegak etik menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan demokrasi ke depan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan sistem penegakan etik sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

"Pembahasan kita ke depan adalah bagaimana sistem penegakan etika menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya