Berita

Ilustrasi.

Politik

Perubahan Iklim Jadi Tantangan Utama Menuju Kedaulatan Pangan

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komitmen pemerintah yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai salah satu Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Tahun 2027 didukung Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet.

Menurutnya, arah kebijakan tersebut semakin konkret dengan ditetapkannya target produksi berbagai komoditas strategis, antara lain produksi padi sebesar 55,27 juta ton pada tahun 2027 dan meningkat menjadi 58,05 juta ton pada tahun 2029, produksi jagung 23,58 juta ton pada tahun 2027 dan 25,89 juta ton pada tahun 2029, serta target produksi daging 5,25 juta ton, telur 8,04 juta ton, dan susu 877,53 ribu ton pada tahun 2027.

“Target-target tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari besarnya target produksi, melainkan dari kualitas perencanaan, keberlanjutan pelaksanaan, serta kemampuan sistem pangan kita menghadapi berbagai risiko di masa depan,” ujar Slamet, dikutip Minggu, 14 Juni 2026.


Sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI, Slamet menekankan bahwa setiap program prioritas harus didukung dengan perencanaan yang matang, penganggaran yang efektif, serta indikator kinerja yang mampu mengukur dampak nyata terhadap kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan masyarakat luas. 

Menurutnya, investasi pemerintah di sektor pangan harus memberikan manfaat jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada capaian produksi jangka pendek.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar menuju kedaulatan pangan adalah meningkatnya kerentanan sistem pangan nasional akibat perubahan iklim. 

Potensi dampak El Niño pada periode 2026–2027, meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir, alih fungsi lahan pertanian, serta masih adanya ketergantungan impor pada beberapa komoditas seperti daging sapi dan susu harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, tetapi sudah menjadi realitas yang dirasakan petani dan nelayan saat ini. Karena itu, pembangunan sektor pangan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan ketahanan iklim agar target swasembada tidak mudah terganggu oleh bencana maupun gejolak global,” tegasnya.

Dalam pandangan Slamet, langkah yang perlu diprioritaskan pemerintah adalah pembenahan dan revitalisasi prasarana pertanian yang selama ini mengalami penurunan fungsi, seperti jaringan irigasi, embung, jalan usaha tani, dan infrastruktur pendukung produksi lainnya.

Ia menilai bahwa program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan rehabilitasi infrastruktur eksisting merupakan pilihan yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih efektif dalam meningkatkan produksi dibandingkan pembukaan lahan atau pencetakan sawah baru yang membutuhkan biaya besar serta waktu yang lebih panjang.

“Kita mendukung penuh agenda kedaulatan pangan nasional. Namun, keberhasilannya sangat ditentukan oleh keseriusan pemerintah dalam menyusun perencanaan yang berbasis data, memperhatikan daya dukung lingkungan, mengantisipasi dampak perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang. Dengan demikian, target produksi yang ambisius dapat benar-benar diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” demikian Slamet.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya