Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Global

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 11:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu waktu setempat, 14 Juni 2026.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut proses penyelesaian konflik sudah memasuki tahap akhir. 

Dia bahkan memastikan bahwa salah satu dampak langsung dari kesepakatan tersebut adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. 


“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA ORANG,” tulis Trump.

Trump juga menyinggung isu program nuklir Iran yang selama puluhan tahun menjadi sumber perselisihan dengan negara-negara Barat.

Dalam pernyataannya, ia menyebut Washington akan menangani stok uranium Iran setelah situasi benar-benar kondusif. 

“Pada waktu yang tepat, ketika semuanya tenang, kita akan masuk dan mengambil Debu Nuklir tersebut,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa material tersebut nantinya akan dimusnahkan.

Di sisi lain, pemerintah Iran belum sepenuhnya mengamini jadwal yang disampaikan Gedung Putih. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, meminta publik menunggu kepastian lebih lanjut terkait waktu penandatanganan memorandum kesepahaman yang sedang dirundingkan. 

“Kita harus menunggu dan melihat tanggal pasti penandatanganan nota kesepahaman, meskipun itu tidak akan terjadi besok,” ujarnya.

Sinyal positif juga datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang menyatakan bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat sudah semakin dekat. 

Menurutnya, rancangan perjanjian tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara pembahasan mengenai program nuklir akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebut peluang tercapainya perdamaian kini lebih besar dibanding sebelumnya. 

Pakistan yang berperan sebagai mediator utama bahkan tengah mempersiapkan proses penandatanganan elektronik jika seluruh poin kesepakatan berhasil difinalisasi dalam 24 jam ke depan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya