Berita

Representative Image (Foto: RMOL)

Bisnis

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 10:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Munculnya narasi "Sell Indonesia" di kalangan investor global dinilai tidak terlepas dari meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia. 

Sejumlah ekonom menilai gejolak yang menekan nilai tukar rupiah dan pasar saham belakangan ini berakar pada menurunnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan sumber utama kecemasan investor saat ini bukan berada pada sektor moneter, melainkan fiskal. 


Menurutnya, langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan hanya akan memberikan efek terbatas apabila pemerintah tidak melakukan pembenahan terhadap pengelolaan anggaran negara.

“Menurut saya, masalahnya adalah masalah fiskal," kata Bhima, dikutip dari CNA, Minggu, 14 Juni 2026. 

Dia menambahkan, pengetatan moneter tidak akan cukup kuat menopang rupiah selama pemerintah belum menunjukkan langkah tegas untuk memangkas belanja yang dinilai tidak produktif.

Kekhawatiran investor tersebut tercermin dari pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah di angka 18.168 per dolar AS pada 8 Juni lalu. 

Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan tajam setelah pasar mempertanyakan transparansi, konsistensi kebijakan, dan prospek fiskal Indonesia.

Di tengah tekanan pasar, beredar rumor tentang kemungkinan reshufle Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Bhima, gaya komunikasi Purbaya yang sering menantang kritik telah memengaruhi kepercayaan dan pasar menginginkan sosok yang dapat menenangkan situasi.

"Pernyataan Purbaya belum meyakinkan investor, dan kebijakan keuangan yang diambil sejauh ini belum menyelesaikan masalah mendasar," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal, menilai persoalan terbesar saat ini adalah kepercayaan.

Menurutnya, pelaku usaha dan investor harus diyakinkan bahwa kebijakan pemerintah bergerak ke arah yang tepat serta didukung tata kelola yang efektif. 

“Kita sudah bisa melihat dampaknya. Rupiah, yang belakangan ini terus melemah, kini mulai stabil,” ujarnya mengenai dampak kebijakan terbaru Bank Indonesia.

Selain persoalan fiskal, sejumlah pengamat juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menimbulkan ketidakpastian di pasar, mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan aset negara melalui Danantara, hingga berbagai kebijakan ekonomi yang diumumkan tanpa pengujian pasar yang memadai. 

Kondisi tersebut dinilai memperkuat persepsi risiko di mata investor.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menegaskan cara paling efektif meredam narasi "Sell Indonesia" adalah dengan menunjukkan perbaikan kinerja ekonomi dan koreksi fiskal yang kredibel. 

“Jawablah kritik tersebut dengan menunjukkan kinerja yang lebih baik,” tegasnya. 

Menurut Eko, pemerintah perlu mengurangi kebijakan yang berpotensi menimbulkan polemik baru serta memastikan setiap gagasan besar diuji terlebih dahulu sebelum diumumkan ke publik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya