Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Dunia

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Selama Tujuh Tahun Terakhir
MINGGU, 14 JUNI 2026 | 01:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Dunia mencatat jumlah pekerja kelas menengah di Indonesia menyusut lebih dari 50 persen dalam tujuh tahun terakhir. 

"Pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah telah turun tajam dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sekitar 7 persen pada 2025," tulis Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects: Managing Risks, Unlocking Productivity edisi Juni 2026 yang dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Meski pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda perbaikan seiring pemulihan ekonomi, Bank Dunia menilai kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.


Sepanjang Agustus 2024 hingga Agustus 2025, jumlah pekerja bertambah sekitar 1,9 juta orang. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,9 persen.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja tersebut dinilai belum sepenuhnya berkualitas. Bank Dunia mencatat sebagian besar pekerjaan baru justru muncul di sektor-sektor dengan produktivitas relatif rendah.

Hampir setengah dari tambahan pekerjaan terserap di sektor pertanian, akomodasi dan makanan-minuman. Sementara itu, sektor yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi seperti jasa keuangan tercatat stagnan bahkan mengalami penurunan.

Tekanan juga dirasakan kelompok pekerja berkeahlian menengah dan tinggi. Bank Dunia mencatat upah riil menyusut sekitar 1 hingga 2 persen setiap tahun sejak 2018.

Penurunan daya beli pekerja turut berkontribusi terhadap menyusutnya kelompok kelas menengah di Indonesia.

Menurut Bank Dunia, fenomena itu menunjukkan adanya persoalan struktural di pasar tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi belum cukup menghasilkan pekerjaan yang produktif dan menawarkan upah tinggi.

"Tren ini menggarisbawahi adanya ketidaksesuaian struktural. Perekonomian menghasilkan lapangan kerja, tetapi belum cukup banyak pekerjaan produktif dan berupah tinggi yang dibutuhkan untuk menopang mobilitas ke atas dan memperluas kelas menengah," tulis Bank Dunia.

Selain menyusutnya kelas menengah, laporan tersebut juga menyoroti tingginya angka pekerja setengah menganggur (underemployment). Hingga Agustus 2025, sebanyak 32,7 persen pekerja tercatat bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit dibandingkan yang mereka harapkan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya