Berita

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade (Foto: Dokumen F-Gerindra)

Politik

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

SABTU, 13 JUNI 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai tuntutan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) perlu dilihat secara proporsional. 

Menurutnya, harga BBM di Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain, meski pemerintah baru saja menyesuaikan harga BBM non-subsidi.

Andre menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Penyesuaian yang dilakukan hanya berlaku untuk BBM non-subsidi, termasuk Pertamax, yang selama beberapa waktu sebelumnya masih ditahan di tengah kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.


“Pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Yang naik adalah BBM non-subsidi,” kata Andre dalam keterangannya, Sabtu 13 Juni 2026.

Menurut Andre, penetapan harga BBM non-subsidi tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan daya beli dalam negeri. Karena itu, harga yang berlaku saat ini dinilai masih lebih rendah dibandingkan banyak negara lainnya.

“BBM non-subsidi ini dinaikkan pun, harganya memperhatikan kepentingan rakyat. Jadi harganya masih jauh daripada harga di negara-negara lain,” ujarnya.

Ia menyebut harga BBM non-subsidi di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp16 ribuan per liter. Angka tersebut masih berada di bawah harga BBM di sejumlah negara yang telah mencapai Rp20 ribu hingga Rp40 ribu per liter.

“Kita masih Rp16 ribuan, negara-negara lain sudah ada Rp20 ribu, Rp30 ribu, Rp40 ribu,” tegasnya.

Andre juga menilai keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

“Ini adalah komitmen pemerintah untuk tetap bersama rakyat, sehingga harga BBM subsidi tidak ada kenaikan,” katanya.

Sebelumnya, penurunan harga BBM menjadi salah satu tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Jumat (12/6/2026). Tuntutan tersebut muncul setelah pemerintah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya