Berita

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad. (Foto: Dok. RMOL)

Nusantara

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

SABTU, 13 JUNI 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Program Padat Karya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan memberikan gaji atau penghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) merupakan langkah pro rakyat yang tepat di tengah kondisi ekonomi yang berpotensi terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad menilai, kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan barang konsumsi lainnya.

Menurutnya, kehadiran program Padat Karya yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.


"Di tengah kenaikan harga BBM yang berpotensi berdampak pada kenaikan harga barang dan kebutuhan sehari-hari, program ini dapat membantu masyarakat memperoleh penghasilan," kata Syaiful dalam keterangannya, Sabtu 13 Juni 2026.

Syaiful menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kerja sementara, tetapi juga menjadi bantalan sosial yang mampu mengurangi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Syaiful mengusulkan agar langkah program Padat Karya ini dapat memprioritaskan keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kebijakan itu memastikan bantuan dan kesempatan kerja diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

"Sehingga, manfaat program dapat dirasakan secara lebih tepat sasaran," kata Syaiful.

Ia menginginkan, kebijakan ini dibarengi dengan penempatan pekerja sesuai domisili masing-masing. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi biaya transportasi yang harus dikeluarkan penerima manfaat sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta.

Syaiful turut menekankan pentingnya proses rekrutmen yang dilakukan secara terbuka dan transparan agar program berjalan optimal dan mendapatkan kepercayaan publik.

"Masyarakat harus memperoleh akses informasi yang sama dan memiliki kesempatan yang adil untuk mengikuti program ini," kata Syaiful.

Ia berharap, program tersebut dapat terus diperluas dan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi saat ini.

"Saya berharap program Padat Karya ini juga dapat meningkatkan skill para penerima manfaat. Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) harus bisa mengambil peran," pungkas Syaiful.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya