Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Efek Suku Bunga Naik, BI Sebut Dana Asing Mengalir ke Pasar Keuangan RI

SABTU, 13 JUNI 2026 | 12:07 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) menyebut kebijakan kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen mulai membuahkan hasil dengan masuknya aliran modal asing ke berbagai instrumen keuangan domestik.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, minat investor global terhadap aset Indonesia meningkat setelah bank sentral memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar keuangan.

"Pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik," kata Destry dalam keterangannya Sabtu, 13 Juni 2026.


Menurutnya, tingginya minat investor asing tercermin dari peningkatan aliran dana masuk (inflows) ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Pada 10-11 Juni 2026, transaksi SRBI yang dibeli investor nonresiden tercatat mencapai Rp15,11 triliun. Sementara aliran masuk ke pasar SBN mencapai Rp3,91 triliun.

Selain itu, investor asing juga memburu obligasi internasional perdana yang diterbitkan Danantara Indonesia. 

“Aliran masuk modal asing juga terjadi pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun. Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," ujar Destry.

Menurut Destry, masuknya dana asing turut mendorong penguatan nilai tukar Rupiah. Pada perdagangan Jumat 12 Juni 2026, Rupiah ditutup di level Rp17.860 per Dolar Amerika Serikat, menguat 0,84 persen dibandingkan posisi penutupan 5 Juni 2026 di kisaran Rp18.010/18.020 per Dolar AS.

“Perkembangan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia,” tambahnya. 

Adapun kebijakan tersebut kata Destry meliputi kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, penguatan struktur suku bunga SRBI, pemberian insentif hedging swap bagi investor asing, pembukaan akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing.

"Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya