Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. (Foto: RMOL)

Politik

CCTV Kawasan HI Tumbang Pas Demo Mahasiswa, Ada Apa Polisi?

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 18:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya angkat bicara terkait isu yang menarasikan adanya upaya kesengajaan mematikan jaringan CCTV di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat saat aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung, Jumat, 12 Juni 2026.

Isu ini berembus kencang setelah warganet mengeluhkan tidak bisa memantau situasi traffic dan massa aksi yang sebelumnya terpantau CCTV secara real-time melalui layanan streaming publik.

Berdasarkan pantauan redaksi, beberapa titik kamera pengawas yang dilaporkan mengalami gangguan atau blank sejak siang hari meliputi CCTV Bundaran HI (Sisi Barat depan Grand Hyatt dan Sisi Timur depan Hotel Indonesia Kempinski), CCTV Poros Jalan MH Thamrin (Depan Gedung UOB dan Menara Astra), dan CCTV Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran HI.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membantah keras tudingan adanya penggunaan alat pengacak sinyal (jamming) oleh aparat untuk memutus akses visual dan komunikasi di lokasi demo.

"Jamming dinyatakan tidak ada. Karena memang kepadatan anggota dan seluruh masyarakat (di lokasi aksi), rata-rata sinyal kita susah," tegas Budi Hermanto saat dikonfirmasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut perwira menengah kepolisian yang akrab disapa Buher ini, tumbangnya jaringan komunikasi dan sulitnya akses internet di sekitar lokasi murni akibat overload kapasitas jaringan seluler lantaran menumpuknya ribuan orang di satu titik yang sama.

Kendati demikian, menyikapi banyaknya titik kamera pengawas milik Pemprov yang tidak berfungsi, Polda Metro Jaya bergerak cepat untuk melakukan investigasi teknis.

"Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo Pemprov DKI Jakarta terkait tentang CCTV (yang mati) ini," jelasnya.

Saat disinggung awak media mengenai kepastian apakah ada kendala teknis lain atau murni masalah jaringan seluler, ia kembali menegaskan pihaknya belum bisa berspekulasi lebih jauh.

"Nanti kami akan dalami," pungkasnya singkat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya