Berita

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Anggaran Irigasi Dipangkas, Swasembada Pangan Terancam

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 02:58 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Target swasembada pangan pemerintah dinilai berisiko sulit tercapai jika anggaran pembangunan irigasi terus mengalami pemangkasan.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi, menyoroti penurunan anggaran sektor sumber daya air (SDA), khususnya irigasi, yang disebut mencapai 61 persen dalam pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran mendatang.

"Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen? Jika irigasi tidak dibangun, bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panennya?" kata Erna kepada wartawan usai rapat Komisi V DPR RI bersama Menteri PU di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.


Menurut Erna, struktur anggaran yang ada saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, terutama di sektor pangan yang menjadi salah satu agenda utama pemerintah.

Ia mengungkapkan kebutuhan anggaran Kementerian PU mencapai Rp219,81 triliun. Namun, pagu indikatif yang dialokasikan baru sekitar Rp98,47 triliun atau 44,8 persen dari total kebutuhan.

Akibat keterbatasan anggaran tersebut, sejumlah program strategis berpotensi mengalami penurunan capaian. Salah satunya pembangunan jaringan irigasi yang semula ditargetkan mencakup sekitar 12 ribu hektare lahan, kini hanya mampu menjangkau sekitar 411 hektare.

Erna meminta pemerintah dan Kementerian PU melakukan penataan ulang prioritas anggaran dengan mengutamakan program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat dan mendukung target pembangunan nasional.

"Kita harus memilih program yang benar-benar strategis dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jangan sampai program yang langsung menyentuh masyarakat justru terabaikan," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya