Berita

Salah satu SPBU. (Foto: RMOLJateng)

Politik

Kenaikan Pertamax Harusnya Bertahap dan Transparan

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 15:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Penyesuaian harga energi seharusnya dilakukan secara bertahap, transparan, serta mempertimbangkan kondisi fiskal negara dan perkembangan harga minyak dunia.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim, Dr. Ismail, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak prinsip penyesuaian harga energi.

Namun, ia menilai besaran dan mekanisme kenaikan harga Pertamax perlu dievaluasi karena berpotensi memberikan tekanan terhadap masyarakat.


“Pemerintah harus meninjau kenaikan harga Pertamax yang dilakukan. Penyesuaian harga seharusnya dilakukan secara bertahap dengan mengevaluasi kesiapan fiskal dan harga minyak dunia, jangan langsung naik signifikan hampir sepertiga dari harga awal,” ujar Ismail dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka formulasi penetapan harga BBM secara transparan agar masyarakat memahami dasar kebijakan tersebut. Selain itu, perlu ada langkah perlindungan bagi masyarakat kecil, kelompok menengah rentan, serta pelaku usaha kecil yang terdampak.

“PKS menolak besaran dan cara kenaikannya, bukan menolak prinsip penyesuaian harga secara mutlak. Pemerintah harus memastikan ada perlindungan bagi masyarakat yang terdampak,” katanya.

Ismail menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong perpindahan konsumen Pertamax Series ke BBM bersubsidi seperti Pertalite. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat meningkatkan beban subsidi energi dan memicu persoalan distribusi.

“Migrasi konsumen Pertamax Series ke Pertalite tidak akan terelakkan. Dampaknya bisa berupa peningkatan konsumsi BBM subsidi, potensi kelangkaan, hingga antrean di sejumlah daerah. Kelompok kelas menengah yang tidak memiliki akses terhadap bantuan sosial akan menjadi pihak yang paling terdampak,” jelasnya.

Selain dampak ekonomi, PKS juga mendorong pemerintah menjadikan momentum ini sebagai percepatan agenda ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Ismail meminta pemerintah mempercepat elektrifikasi kendaraan, khususnya transportasi umum, serta memperkuat infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali insentif kendaraan listrik serta mendorong agar pengadaan kendaraan dinas pemerintah mengarah pada kendaraan listrik, bukan kendaraan berbasis bensin maupun hybrid,” tegasnya.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) agar ekosistem kendaraan listrik semakin siap dan masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Percepatan elektrifikasi harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pendukung, termasuk memperluas jaringan SPKLU di berbagai wilayah Indonesia,” pungkas Ismail.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya