Berita

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad dalam acara Peaceful Muharam 1448 H (Foto: Kemenag)

Nusantara

Kemenag Soroti Besarnya Potensi Zakat Nasional yang Belum Tergarap

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 13:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga zakat memiliki peran strategis dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong agar kontribusi lembaga zakat semakin mendapat perhatian luas.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menekankan bahwa potensi penghimpunan zakat nasional saat ini mencapai sekitar Rp327 triliun. Namun, dana yang berhasil dihimpun masih jauh di bawah potensinya.

 "Potensi penghimpunan zakat mencapai sekitar Rp327 triliun. Namun yang terhimpun baru sekitar sepersepuluhnya, yaitu sekitar Rp44 triliun. Yang tercatat sekitar Rp11 triliun," ujar Abu di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.


Ia menjelaskan, filantropi Islam melalui badan amil zakat dan lembaga amil zakat kini telah memperoleh tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Keberadaan lembaga-lembaga tersebut dinilai menjadi salah satu sumber pembiayaan sosial yang penting, terutama untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Abu menyebut pemanfaatan dana zakat telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan kemanusiaan. Bahkan, menurutnya, lembaga zakat sering kali menjadi pihak yang paling cepat merespons saat terjadi bencana.

"Yang paling memiliki respons sangat cepat apabila terjadi musibah atau bencana adalah teman-teman lembaga zakat. Mereka lebih cepat daripada kita-kita karena didukung logistik yang lebih fleksibel dan selalu on call kapan saja," katanya.

Fleksibilitas tersebut, lanjut Abu, menjadi salah satu keunggulan lembaga zakat dibandingkan skema pembiayaan pemerintah yang harus melalui prosedur dan mekanisme yang lebih panjang.

Karena itu, Kementerian Agama mendorong publik untuk melihat lebih dekat berbagai capaian lembaga zakat yang telah berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 "Sekarang kita harus mulai memberikan perhatian yang serius kepada kerja-kerja lembaga zakat," tegas Abu.

Ia menambahkan, sudah banyak contoh keberhasilan program zakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, bahkan mengubah mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pemberi zakat. Namun, berbagai kisah sukses tersebut dinilai masih belum banyak diketahui masyarakat luas.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya