Berita

Anggota Komisi IV DPR RI Nevi Zuairina. (Istimewa)

Politik

Legislator Minta Barantin Perketat Antisipasi Masuknya Virus Ebola ke Indonesia

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 08:21 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Badan Karantina Indonesia (Barantin) diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi guna mencegah masuknya virus Ebola ke Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR RI Nevi Zuairina mengatakan langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini menyusul peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penyebaran Ebola di sejumlah negara Afrika.

"Virus Ebola ini perlu diantisipasi oleh Barantin, terutama daerah-daerah mana yang sedang virusnya merajalela di negaranya," kata Nevi kepada wartawan, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.


Menurutnya, pengawasan perlu diperketat terhadap komoditas maupun hewan yang berasal dari wilayah terdampak wabah, mengingat Ebola merupakan penyakit yang dapat berasal dari hewan liar dan menyebar ke manusia.

Nevi juga mendorong Barantin memperkuat sistem biosekuriti melalui peningkatan kualitas laboratorium serta sertifikasi internasional pada fasilitas pengujian yang digunakan dalam kegiatan ekspor-impor.

"Barantin agar betul-betul memantau barang-barang impor dari luar, terutama difasilitasi dengan SDM berkualitas, dengan laboratorium yang sertifikasi internasional dan tentu dengan pengawasan," ujarnya.

Selain pengawasan di pelabuhan dan bandara, Nevi menyoroti perlunya perhatian terhadap jalur darat yang dinilai masih memiliki celah pengawasan.

"Jangan sampai kita kemasukan virus hama dari luar yang akan menghancurkan keanekaragaman hayati kita di Indonesia," katanya.

Meski belum ada laporan masuknya virus Ebola ke Indonesia, Nevi mengingatkan pemerintah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan penyebaran penyakit tersebut di berbagai negara.

"Walaupun belum clear, kita juga harus hati-hati karena ternyata virus Ebola ini semakin banyak masuk ke negara-negara di luar negara asalnya," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya