Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Rontok Diguncang Ketegangan AS-Iran

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street melemah tajam dipicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta berlanjutnya aksi jual saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 953,33 poin atau 1,87 persen ke 49.918,78. Sementara S&P 500 turun 1,62 persen ke 7.266,99 dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi merosot 1,98 persen ke 25.169,50.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham chip yang kembali mengalami pelemahan. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom turun dan memperpanjang tren negatif dalam beberapa hari terakhir. ETF iShares Semiconductor (SOXX), yang menjadi acuan sektor semikonduktor, juga kembali melemah setelah sebelumnya sudah mengalami koreksi tajam.


Pelaku pasar menilai sebagian investor mulai mengambil keuntungan dari saham-saham teknologi yang sebelumnya melonjak tinggi berkat euforia kecerdasan buatan (AI). Selain itu, menjelang IPO SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pekan ini, sebagian investor juga disebut mengalihkan dana dari saham chip untuk menyediakan likuiditas.

Sentimen pasar semakin memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Trump menilai Iran terlalu lama bernegosiasi dan mengatakan bahwa negara tersebut kini harus "membayar harganya".

Di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan, sejumlah saham justru mampu mencatatkan rekor tertinggi baru. Coca-Cola naik lebih dari 2 persen dan mencapai level tertinggi sepanjang masa. TJX Companies, Applied Materials, KLA Corporation, MetLife, Monster Beverage, serta Johnson Controls juga mencetak rekor harga tertinggi baru.

Sementara itu, beberapa saham yang mencatat level terendah dalam 52 minggu terakhir antara lain Global Payments, Intuit, Trimble, Mosaic, Constellation Energy, dan NRG Energy.

Data inflasi AS yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) naik 4,2 persen secara tahunan pada Mei, tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Namun inflasi inti (core CPI), yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, naik 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan masih sesuai perkiraan pasar.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya