Berita

Diskusi publik bertajuk Menyoal Kebijakan Pertahanan Dalam Akselerasi Ratusan Batalyon Teritorial Pembangunan: Ketahanan Negara atau Ambisi Menteri Pertahanan di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Harus Selaras Regulasi

RABU, 10 JUNI 2026 | 22:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rencana pembentukan ratusan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) perlu dikaji lebih mendalam dari sisi urgensi, dasar hukum, hingga dampak sosial-ekonominya agar selaras dengan semangat reformasi birokrasi.

Direktur Merah Putih Institut (MPI) sekaligus Pegiat Demokrasi, Fauzan Ohorella, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap payung hukum yang berlaku, khususnya UU 34/2004 tentang TNI.

Menurut Fauzan, Pasal 7 ayat (2) huruf b mengenai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) perlu ditafsirkan secara hati-hati agar tidak tumpang tindih dengan fungsi kementerian sipil dalam mengelola pembangunan, pertanian, maupun kesehatan.


"Sesuai ayat (3) Pasal 7 UU TNI, implementasi OMSP harus didasari oleh kebijakan dan keputusan politik negara. Kita tentu mempertanyakan apakah usulan Yon TP dari Menhan Sjafrie ini sudah sepenuhnya dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo selaku Kepala Pemerintahan," ujar Fauzan dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Fauzan menilai Menhan Sjafrie "super sibuk" mengambil peran di luar domain utama pertahanan negara, seperti sektor perbankan, ekonomi, hingga pembinaan masyarakat.

Ia meyakini, Presiden Prabowo selaku Ketua Dewan Pertahanan Nasional (DPN) pasti mempertimbangkan matang-matang agar kebijakan ini tidak membebani anggaran negara dan memicu miskomunikasi di lapangan antara sipil dan militer.

"Kami rasa Presiden Prabowo tidak akan mengambil risiko besar. Kebijakan ini harus dikalkulasi dampaknya terhadap efisiensi anggaran negara," tegas Fauzan.

Senada dengan itu, Pakar Hukum Tata Negara, Rorano menyoroti pentingnya menjaga batasan ruang publik. Jika tidak dilakukan hati-hati, pelibatan militer dalam urusan domestik sipil berpotensi mengaburkan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

"Apakah fungsi-fungsi kementerian teknis saat ini sudah tidak berjalan sehingga harus melibatkan jajaran TNI? Sektor sipil harus tetap dioptimalkan," kata Rorano.

Di sisi lain, Direktur Administrasi Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) PB HMI, Sabrina, menyayangkan minimnya sosialisasi dan keterbukaan informasi ke masyarakat terkait rencana Yon TP ini.

Menurut Sabrina, ketertutupan informasi inilah yang memicu resistensi di masyarakat bawah, termasuk isu sengketa lahan yang sempat mencuat di beberapa daerah seperti di Jember.

"Berbagai penolakan oleh masyarakat ini timbul akibat minimnya keterbukaan informasi. Di era digital, keterbukaan kebijakan adalah kunci agar tidak terjadi salah paham antara masyarakat dan aparat di lapangan," demikian Sabrina.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya