Berita

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid. (Foto: Istimewa)

Politik

Kelas Menengah Terancam, Kenaikan Pertamax Bisa Picu Daya Beli Anjlok

RABU, 10 JUNI 2026 | 20:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perlu dilakukan mitigasi terhadap dampak berantai yang berpotensi muncul usai harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax RON 92 mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengatakan, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memukul daya beli masyarakat secara luas karena akan mendorong kenaikan biaya transportasi, distribusi logistik, hingga harga kebutuhan pokok.

“Yang paling perlu diwaspadai efek dominonya terhadap ekonomi masyarakat. Ketika biaya transportasi naik, maka harga barang dan jasa juga akan ikut terdorong naik,” kata Habib Syakur dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 10 Juni 2026.


Ia menjelaskan bahwa kelompok masyarakat kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan tersebut. Sebab, kelompok ini selama ini menjadi motor konsumsi domestik yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, apabila kenaikan biaya hidup tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat, maka kemampuan belanja rumah tangga akan terus menurun dan berpotensi menyeret banyak keluarga kelas menengah turun kelas.

“Jangan sampai kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi nasional justru semakin tertekan. Karena dampaknya akan terasa ke seluruh sektor ekonomi,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan beban ekonomi tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat.

“Kalau harga BBM naik terlalu tinggi, masyarakat akan mencari alternatif yang lebih murah. Akibatnya permintaan BBM tertentu bisa melonjak, antrean bertambah panjang, dan tekanan terhadap distribusi energi menjadi lebih besar,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya