Berita

Jurnalis independen asal Kanada, Dimitri Laskaris dan jurnalis Norwegia, Glenn Diesen (Foto: YouTube)

Dunia

Ketegangan Trump-Netanyahu Hanya Sandiwara Politik, AS Tetap Bekingi Israel

RABU, 10 JUNI 2026 | 19:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Isu mengenai memburuknya hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai tidak lebih dari permainan politik untuk membentuk opini publik. 

Di balik narasi tersebut, Washington disebut tetap menjadi pendukung utama berbagai kebijakan dan operasi militer yang dijalankan Tel Aviv.

Pandangan itu disampaikan jurnalis independen asal Kanada, Dimitri Laskaris, dalam wawancara dengan akademisi dan jurnalis Norwegia, Glenn Diesen. 


Laskaris mengaku tidak percaya terhadap berbagai laporan yang menyebut adanya keretakan serius antara Gedung Putih dan pemerintah Israel.

"Saya tidak percaya dengan narasi yang banyak disebarkan oleh Barak Ravid dari Axios, bahwa ada ketegangan antara Trump dan Netanyahu," kata Laskaris, dikutip Rabu, 10 Juni 2026. 

Menurutnya, cerita mengenai ketidakharmonisan hubungan pemimpin AS dan Israel bukanlah hal baru. Narasi serupa juga berulang pada masa pemerintahan sebelumnya, ketika sejumlah media melaporkan ketidaksenangan Presiden AS terhadap Netanyahu. 

Namun pada saat yang sama, bantuan militer, dukungan ekonomi, dan perlindungan diplomatik kepada Israel tetap mengalir tanpa hambatan.

Laskaris menilai Washington sengaja membangun kesan seolah-olah berupaya menahan tindakan Israel, padahal pada praktiknya tetap memberikan dukungan penuh terhadap sekutunya tersebut. 

"Yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat adalah menggunakan Israel untuk menegakkan dominasinya di kawasan yang luar biasa penting ini, lalu berusaha menjaga jarak dari kejahatan yang dilakukan Israel dengan berpura-pura marah, berpura-pura berusaha menahan tindakan pemerintah Israel," ujarnya.

Dia berpendapat Timur Tengah masih menjadi kawasan strategis bagi kepentingan geopolitik AS, terutama karena posisi jalur perdagangan internasional serta kekayaan sumber daya energinya. 

Dalam konteks itu, Israel dipandang sebagai instrumen utama Washington untuk mempertahankan pengaruhnya di tengah meningkatnya peran kekuatan non-Barat seperti Rusia dan Tiongkok.

Karena itu, Laskaris menegaskan belum melihat tanda-tanda bahwa pemerintahan Trump benar-benar berniat menekan Netanyahu agar menghentikan operasi militernya. 

"Trump sepenuhnya sejalan dengan apa yang dilakukan Netanyahu. Dan sejauh ini, saya belum melihat bukti apapun bahwa pemerintahan Trump siap menggunakan pengaruh yang dimilikinya terhadap Israel untuk menghentikan kebiadaban ini," tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya