Berita

Nusantara

Apdesi Merah Putih Pasang Target Besar, 75 Ribu Desa Disulap Jadi Motor Ekonomi Nasional

RABU, 10 JUNI 2026 | 16:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih menegaskan desa tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan. Organisasi yang menaungi lebih dari 75 ribu kepala desa itu ingin menjadikan desa sebagai lokomotif ekonomi nasional sekaligus benteng ketahanan pangan Indonesia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apdesi Merah Putih 2026 di Aston Hotel & Convention Center, Kota Serang, Banten, Rabu, 10 Juni 2026. Mengusung tema Sinergi Merah Putih untuk Memperkuat Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional, forum itu dihadiri ribuan kepala desa dari berbagai daerah.

Ketua Umum Apdesi Merah Putih, Anwar Sadat mengatakan, desa memiliki modal besar berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, serta modal sosial yang selama ini belum dimaksimalkan. Karena itu, desa harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


"Kalau seluruh potensi desa dikelola secara baik melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, desa akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus benteng ketahanan pangan Indonesia," ujar Anwar.

Rakernas Apdesi Merah Putih 2026 turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Gubernur Banten Andra Soni.

Dalam forum tersebut, Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM), Johan Aripin Muba, dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pakar Apdesi Merah Putih. Pengukuhan itu menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis desa.

Johan bahkan mendapat penyematan simbolik sebagai "Bapak Desa" dari peserta Rakernas. Menurut dia, kemajuan desa menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.

"Kalau desa maju, Indonesia maju. Kalau desa kuat, ekonomi nasional juga akan kuat," kata Johan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yayasan JAM bersama Apdesi Merah Putih menyiapkan program peternakan ayam rakyat yang menyasar 75.266 desa di seluruh Indonesia. Setiap desa dirancang memiliki dua kandang produktif yang masing-masing diisi 1.000 ekor ayam.

Tak hanya itu, dua koperasi produsen juga akan dibentuk di setiap desa. Salah satunya difokuskan pada pengembangan budidaya padi dan jagung dengan cakupan hingga 100 hektare. Yayasan JAM menyiapkan bantuan biaya tanam Rp12 juta per hektare serta dukungan pupuk bagi petani.

Menurut Johan, persoalan utama petani selama ini bukan hanya produksi, melainkan kepastian pasar. Karena itu, pola kemitraan dan koperasi modern menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.

"Kalau petani sudah menanam, hasilnya harus jelas siapa yang membeli. Jangan sampai petani panen, tetapi bingung menjual," tegasnya.

Johan mengaku mendapat arahan Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno untuk ikut mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM.

Dari berbagai kajian yang dilakukan bersama para ahli, lahir konsep membangun ekosistem ekonomi desa terintegrasi dari hulu hingga hilir. Konsep tersebut dijalankan melalui Yayasan JAM dengan menjadikan koperasi sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat.

Selain itu, Johan memperkenalkan platform digital JAMSTREET yang memungkinkan koperasi desa melaporkan kegiatan usaha secara real time. Melalui sistem tersebut, data produksi, distribusi, transaksi, hingga laporan keuangan dapat dipantau secara transparan.

"Kalau kita ingin koperasi besar, pengelolaannya juga harus modern. Transparan, terukur, dan bisa diawasi bersama," ujarnya.

Johan menilai desa tidak boleh lagi identik dengan keterbelakangan. Sebaliknya, desa harus menjadi ruang tempat pertanian, peternakan, koperasi, dan teknologi berjalan berdampingan.

Rakernas Apdesi Merah Putih 2026 pun menegaskan bahwa masa depan pembangunan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kemajuan desa. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, desa diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya