Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Gedung Putih)

Global

Geger! Puluhan Ribu Fans Anime Jepang Tolak Karakter Manga Dipolitisasi Donald Trump

RABU, 10 JUNI 2026 | 15:40 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Dunia kultur pop Jepang tengah memanas akibat manuver politik di Amerika Serikat.

Hampir 20.000 orang di Jepang dilaporkan telah menandatangani sebuah petisi online guna memprotes keras tindakan Presiden AS, Donald Trump, beserta pihak Gedung Putih yang dengan sengaja menggunakan karakter manga dan anime dalam berbagai unggahan media sosial mereka.

Puncak kemarahan publik membludak menyusul beredarnya sebuah video terbaru di platform Truth Social yang diunggah pada Sabtu.


Video kontroversial tersebut secara terang-terangan menggambarkan Trump sebagai sosok ninja fiktif ikonik, Naruto Uzumaki, dari serial "Naruto", yang sontak memicu reaksi keras dari para penggemar setianya.

Petisi protes yang pada mulanya digagas pada Maret tersebut akhirnya kembali dibuka pada Selasa (9/6) sebagai sebuah upaya "mendesak" untuk menyuarakan keresahan para penggemar kepada pihak pemegang hak cipta.

Insiden pencatutan karakter fiksi ini nyatanya bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, pada Maret, sebuah unggahan dari pihak Gedung Putih juga sempat menuai polemik lantaran mencampurkan rekaman serangan militer AS terhadap Iran dengan sejumlah cuplikan dari film terkenal, acara televisi, hingga elemen visual dari serial manga legendaris "Yu-Gi-Oh!".

Bagi para pencinta karya dua dimensi, anime dan manga memiliki tempat khusus yang jauh dari urusan politik praktis.

Penyelenggara petisi secara lantang menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, karya-karya fiksi tersebut telah menginspirasi audiens di seluruh dunia dengan menanamkan nilai-nilai positif seperti keberanian, persahabatan, serta kegigihan pantang menyerah.

Oleh karena itu, wajar jika banyak penggemar merasa sangat khawatir dan keberatan apabila mahakarya visual tersebut dieksploitasi untuk kepentingan konteks politik atau militer.

Eksploitasi semacam itu dinilai dapat merusak citra karya karena sangat melenceng dari niat tulus para kreator orisinal maupun para pemegang hak ciptanya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya