Berita

(Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Pertahanan

Kemhan Minta Anggaran Rp195 Triliun Usai Total Kebutuhan Rp667 Triliun Dipangkas Kemenkeu-Bappenas

RABU, 10 JUNI 2026 | 14:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR menyetujui dan mendukung usulan tambahan anggaran pertahanan sebesar Rp195 triliun yang diajukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk tahun anggaran 2027. Dukungan diberikan setelah dilakukan pembahasan pagu indikatif anggaran pertahanan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp139 triliun.

"Tadi kami membahas rencana, ini yang kita sebut pagu indikatif. Dari pagu indikatif yang disediakan atau menurut Kementerian Keuangan dan Bappenas, jumlahnya sebesar Rp139 triliun,” kata Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto usai rapat bersama Kemhan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Utut menjelaskan angka tersebut lebih rendah dibandingkan anggaran pertahanan yang telah disetujui DPR pada September 2025 sebesar Rp187 triliun.


"Tentu kalau melihat pagu indikatif ini ada penurunan. Tahun lalu kita kedok di tanggal 19 September 2025 besar anggaran Kementerian Pertahanan adalah Rp187 triliun,” ujarnya.

Setelah melakukan berbagai simulasi kebutuhan pertahanan, lanjut Utut, Kemenhan menilai diperlukan tambahan anggaran guna menjaga akselerasi pembangunan kekuatan TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

"Nah teman-teman dari Kemhan, Pak Menhan, setelah melakukan simulasi untuk menjaga akselerasi dan kekuatan TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah, kedaulatan NKRI, dirasakan perlu adanya tambahan,” kata Legislator PDIP ini.

Utut menegaskan Komisi I DPR tidak memiliki kewenangan menentukan besaran tambahan anggaran, namun memberikan dukungan agar usulan tersebut dapat diketok Badan Anggaran (Banggar).

"Dan tambahan ini tentu bukan Komisi I yang menentukan, tetapi Komisi I menyetujui dan mendukung usulan tambahan itu untuk diteruskan ke Badan Anggaran,” tegasnya.

“Itu pengantar dari saya, mudah-mudahan ini menambah semangat kita dan juga menambah wawasan kecintaan kita terhadap TNI,” imbuh Utut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan kebutuhan anggaran pertahanan tahun 2027 mencapai Rp667 triliun seiring meningkatnya tantangan dan dinamika sistem pertahanan negara.

"Perlu diketahui oleh teman-teman sekalian bahwa kebutuhan sistem pertahanan negara itu selalu dinamis dan selalu meningkat karena di mana-mana di seluruh dunia, sistem pertahanan negara itu adalah faktor utama untuk menjaga kedaulatan negara, khususnya kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Sjafrie.

Menurutnya, kebutuhan Rp667 triliun disusun dengan mempertimbangkan skala prioritas dan dinamika tugas yang diemban Kementerian Pertahanan serta TNI. Namun demikian, pemerintah melalui Bappenas dan Kementerian Keuangan menetapkan pagu indikatif pertahanan sebesar Rp139 triliun.

"Oleh karena itu, kami sudah melakukan berbagai upaya evaluasi ke dalam dan menentukan skala prioritas kami agar supaya kami bisa bekerja dengan baik, kami bisa bekerja untuk memenuhi amanat konstitusi, dan kami bisa bekerja untuk memenuhi kepentingan nasional,” katanya.

Atas dasar itu Kemhan, kata Sjafrie, mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp195 triliun melalui Komisi I DPR untuk dibahas lebih lanjut di Banggar DPR.

"Kami tadi sudah mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp195 triliun,” ungkap Sjafrie.

Purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) itu menegaskan tambahan anggaran tersebut penting untuk menjaga kedaulatan negara karena sistem pertahanan merupakan safety belt bagi pembangunan nasional.

Selain pembangunan kekuatan pertahanan, anggaran tambahan juga dibutuhkan untuk mendukung berbagai tugas TNI, termasuk pengamanan wilayah strategis seperti Papua, penanganan dampak bencana, hingga pembangunan infrastruktur yang diperlukan pemerintah.

"Itulah yang kami usulkan kepada Komisi I dengan harapan tambahan ini bisa mendapatkan restu dari Badan Anggaran dan disetujui untuk menjadi alokasi anggaran APBN pertahanan negara di tahun 2027,” demikian Sjafrie.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya