Berita

Kolase Bahlil Lahadalia dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Duet Bahlil-Gibran Sangat Menarik, Bisa Seret Pendukung Jokowi

RABU, 10 JUNI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menjelang Pemilu 2029 terbuka peluang munculnya pasangan politik yang menggabungkan kekuatan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kombinasi tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena menghubungkan jaringan politik Golkar dengan basis pendukung Jokowi yang masih cukup kuat.

“Bahlil adalah loyalis Jokowi. Banyak yang menilai perjalanan politiknya hingga menjadi Ketum Golkar tidak bisa dilepaskan dari kedekatannya dengan Jokowi. Karena itu, apabila muncul skenario Bahlil-Gibran, itu bukan sesuatu yang mustahil,” kata Amir, dikutip Rabu 10 Juni 2026.


Secara politik, keduanya memiliki karakteristik berbeda tetapi saling melengkapi. Bahlil memiliki pengalaman organisasi, jaringan pengusaha, dan basis politik Golkar. Sementara Gibran memiliki kedekatan dengan pemilih muda serta identitas politik yang masih terkait dengan fenomena Jokowi.

Dari perspektif intelijen politik, kemunculan lagu “Mas Bahlil Ganteng” menarik karena menunjukkan perubahan pola kampanye politik modern.

Jika pada masa lalu popularitas politik dibangun melalui media massa dan struktur partai, saat ini popularitas dapat tumbuh melalui konten viral yang beredar di platform digital.

Lagu yang ringan, mudah diingat, dan memiliki unsur hiburan berpotensi menciptakan efek pengenalan nama (name recognition) yang kuat di kalangan Generasi Z.

Dalam banyak kasus global, politik telah bergeser dari pertarungan ide menjadi pertarungan atensi. Figur yang paling sering muncul dalam percakapan digital memiliki peluang lebih besar untuk membangun kedekatan psikologis dengan pemilih.

Fenomena tersebut pernah terlihat pada berbagai pemilu di dunia ketika meme, lagu, video pendek, dan konten kreatif berhasil meningkatkan keterkenalan seorang tokoh jauh lebih cepat dibandingkan kampanye konvensional.

“Lagu MBG mengena di kalangan Gen Z karena sederhana, mudah diingat, dan berulang. Dalam ilmu operasi informasi, pengulangan pesan adalah salah satu metode paling efektif untuk membangun persepsi publik,” kata Amir.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya