Berita

Peluncuran buku karya Putri Alya Sidik. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Buku Alya Sidik di Tengah Rendahnya Minat Baca dan Menulis

SELASA, 09 JUNI 2026 | 20:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Putri Alya Sidik, seorang pelajar Sekolah Dasar berusia sembilan tahun menjadi pendatang baru dalam dunia karya tulis, usai meluncurkan tiga buah buku dalam bahasa Inggris, dan diberi label serial Diary of Alya. 

Pengantar buku ditulis oleh Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital RI, serta komentar dari Prof. Dr. Seto Mulyadi, pakar psikologi pendidikan anak.

Kehadiran Alya, menambah deretan sedikit nama penulis buku cilik, dan membuka kembali fakta akan masih rendahnya tingkat literasi di masyarakat Indonesia.


Menurut data UNESCO (2020), Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah soal tingkat literasi dunia. Angka minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001, artinya hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang gemar membaca. 

Rendahnya tingkat kegemaran membaca dan menulis (TGMM) masyarakat, dipaparkan Seto Mulyadi, setidaknya lima faktor penyebab kondisi ini. 

"Pertama, minat membaca pada anak masih rendah akibat minimnya keteladanan dan dorongan dari orang tua," kata Kak Seto dalam peluncuran buku Alya Sidik di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 9 Juni 2026.

Kedua, kata dia, literasi digital yang pasif, dimana perilaku membaca pada anak bergeser ke media digital yang cenderung bersifat instan dan kurang melatih kemampuan berpikir kritis. 

Ketiga, menulis masih dianggap beban akademis, sebatas menyelesaikan tugas sekolah sehingga kreativitas dan kemampuan menuangkan ide secara bebas tidak terasah.

Keempat, akses buku tidak merata dengan kesenjangan besar di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). 

"Kelima, kurangnya peran keluarga dimana membaca belum menjadi kebiasaan sehari-hari di keluarga, dan lingkungan sekitarnya," tutur Kak Seto.

Pandangan Kak Seto ini diamini oleh Gregoria Ira, Vice Principal pada Delima School, Jakarta. Menurutnya, kurikulum sekolah dan buku teks belum mampu menumbuh-kembangkan budaya baca dan menulis pada siswa.

"Padahal anak yang terbiasa membaca dan menulis cenderung lebih mudah menyerap materi pelajaran apapun. Membaca dan menulis adalah fondasi paling krusial dalam perkembangan anak," demikian Ira.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya