Berita

Logo BGN

Politik

Budaya Asal Bapak Senang Bikin Masalah MBG Tak Terkoreksi

SELASA, 09 JUNI 2026 | 16:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dinilai pengamat politik Hendri Satrio bukan sekadar persoalan penyimpangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, dampak dari tindakan Dadan jauh lebih besar dan telah menyentuh kondisi fiskal negara secara keseluruhan.

"Ini tuh kesalahannya si Dadan itu, dia pake itu duit fiskal, panjang urusannya sampai hari ini. Sembako naik, harga-harga yang lain naik, PHK di mana-mana. Kita susah hidupnya semua, itu kesalahannya Dadan. Dia bukan cuma korupsi MBG doang, dia pakai itu fiskal buat memperkaya diri sendiri," ujar Hensa, Selasa, 9 Juni 2026.


Hensa menegaskan selama ini pemerintah sesungguhnya tidak pernah benar-benar melibatkan masyarakat dalam evaluasi program MBG, meski klaim tersebut kerap dilontarkan.
Ia bahkan menyebut pemerintah telah merespons kritik publik dengan cara yang kontraproduktif sejak awal program MBG berjalan.

"Basi tuh kalau orang-orang pemerintah itu bilang melibatkan masyarakat, melibatkan masyarakat. Apa? Dari awal kita sudah dengarkan. Dari awal kami sudah ingatkan. Tapi hasilnya apa? Dimarahin anak-anak yang foto MBG. Artinya nggak ada itu keterlibatan masyarakat dari awal, mereka enggak menginginkan itu," ujar Hensa.

Hensa turut menyoroti peran kolega-kolega Dadan di kabinet yang dinilainya ikut bertanggung jawab karena membiarkan situasi ini berlanjut tanpa ada keberanian untuk bersuara.

Menurutnya, budaya ABS atau asal bapak senang di lingkaran kekuasaan membuat masalah yang semestinya bisa dicegah lebih awal justru terus membesar tanpa ada koreksi.

"Kesalahan itu juga sama kolega-koleganya, yang dilakukan oleh kolega-koleganya Dadan, yang setiap kali rapat kabinet ada itu di ruangan kabinet. Basi tuh orang-orang itu semua. Mereka emang nggak pernah mendengarkan keluhan-keluhan dari rakyat? Tapi begitu Dadan ngomong kan, tepuk tangan semua. Begitu Dadan ngomong 'Iya, iya, iya juga.'," ujar Hensa.

"Kenapa mereka begitu? Karena mereka semua tahu Dadan disayang Prabowo, disayang Presiden. Jadi, mereka nggak berani mengungkapkan apa yang mereka tahu tentang MBG. Kenapa? Mereka takut dimarahin Presiden. Mereka takut diganti. Kan begitu," lanjut Hensa.

Di sisi lain, Hensa menyambut positif respons publik yang cenderung apresiatif terhadap penangkapan Dadan oleh Kejaksaan Agung. Ia menilai sentimen positif itu adalah modal yang harus dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk melakukan langkah lebih berani, termasuk menghentikan sementara program MBG.

"Jadi mending dihentikan sementara, bikin pilot project, fiskal selamat, kan beberapa kali jadi pahlawan tuh Pak Prabowo. Nanti di 2028 jalanin aja lah lagi, kalau memang untuk kepentingan elektoral ya. Tapi maksud saya adalah, bila ingin dihentikan sementara saja, Pak Prabowo tuh bakal jadi hero lagi," kata Hensa.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya