Berita

Dapur SPPG. (Foto: Istimewa)

Politik

MBG Harus Gerakkan Ekonomi Lokal Bukan Hanya Untungkan SPPG

SELASA, 09 JUNI 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas apabila pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah dibanding melalui pola Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terpusat.

Pandangan tersebut disampaikan analis ekonomi politik Kusfiardi yang menilai pelaksanaan MBG perlu lebih banyak melibatkan potensi ekonomi lokal agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak tertentu.

Menurutnya, pemerintah dapat menyerahkan pengelolaan program MBG kepada pemerintah kabupaten dan kota dengan tetap disertai mekanisme pengawasan yang ketat.


"MBG itu sebenarnya tidak perlu menggunakan SPPG. Sebaiknya diserahkan saja ke kabupaten dan kota, lalu diawasi oleh pemerintah daerah," kata Kusfiardi, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki perangkat yang memadai untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan, mulai dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, hingga puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah.

Dengan melibatkan institusi daerah tersebut, menurut Kusfiardi, program MBG dapat dikelola secara lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Kusfiardi mengusulkan agar penyediaan makanan melibatkan kantin sekolah, pelaku UMKM, warung makan, serta kelompok ibu-ibu di sekitar lingkungan sekolah.

"Pekerjakan ibu-ibu warung di sekitar sekolah, kantin sekolah, dan pelaku usaha lokal. Itu jauh lebih baik karena ekonomi daerah akan tumbuh luar biasa dan manfaatnya bisa dinikmati lebih banyak orang," ujarnya.

Menurutnya, pola pengelolaan yang terlalu terpusat berpotensi membuat manfaat ekonomi program hanya terkonsentrasi pada pihak-pihak tertentu yang mengelola SPPG.

Ia menambahkan, selain meningkatkan kualitas gizi siswa, program MBG seharusnya juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku usaha lokal secara luas.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya