Berita

Analis ekonomi politik Kusfiardi. (Foto: Istimewa)

Politik

Publik Butuh Solusi Ekonomi Bukan Sekadar Narasi

SELASA, 09 JUNI 2026 | 14:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelemahan nilai tukar rupiah dan berbagai persoalan ekonomi yang terjadi saat ini perlu dijawab dengan langkah nyata yang terukur, bukan sekadar narasi yang menenangkan publik.

Pandangan itu disampaikan analis ekonomi politik Kusfiardi menanggapi kondisi perekonomian nasional yang diwarnai tekanan terhadap rupiah serta meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Menurut Kusfiardi, salah satu persoalan yang perlu segera diatasi adalah munculnya ketidaksesuaian antara ekspektasi yang dibangun pemerintah dengan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan.


"Jadi ada mismatch. Ekspektasi tidak ketemu dengan realitas. Kalau ini terus terjadi, ketidakpercayaan publik akan semakin menguat," kata Kusfiardi di kanal Youtube Abraham Samad, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menilai, menguatnya ketidakpercayaan publik justru lebih berbahaya dibanding berbagai indikator ekonomi yang sedang mengalami tekanan. Sebab, kepercayaan merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keyakinan pelaku pasar.

Karena itu, Kusfiardi meminta pemerintah lebih terbuka dalam menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah.

Menurutnya, apabila pemerintah telah memiliki strategi dan rencana penanganan, maka hal tersebut perlu disampaikan secara jelas kepada publik beserta target dan indikator keberhasilannya.

"Kami ingin memberi masukan kepada pemerintah. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan terus-menerus. Kalau pemerintah sudah punya rencana, tolong jelaskan dengan baik kepada masyarakat dan tunjukkan indikator keberhasilannya," ujarnya.

Kusfiardi juga mengingatkan pentingnya transparansi data ekonomi. Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya membantah atau menyatakan data yang beredar keliru, tetapi juga harus menghadirkan data pembanding yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan hanya mengatakan datanya salah atau keliru. Tunjukkan juga data yang benar. Data itu harus memiliki kredibilitas dan tidak boleh menimbulkan kesan manipulatif karena angka-angka bisa saja direkayasa," tegasnya.

Ia menambahkan, publik membutuhkan ukuran yang jelas untuk menilai efektivitas kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, setiap langkah penanganan ekonomi harus disertai indikator yang transparan dan mudah dipahami masyarakat.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya