Berita

Departemen Pertahanan AS merilis daftar perusahaan yang terkait dengan militer China (Situs Departemen Pertahanan AS)

Global

Pentagon Cap Alibaba hingga BYD Terafiliasi Militer China

SELASA, 09 JUNI 2026 | 13:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Pentagon kembali memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi China. 

Dalam daftar terbaru yang dirilis Departemen Pertahanan AS, sejumlah perusahaan besar seperti Alibaba Group, Baidu, dan BYD dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dianggap memiliki hubungan dengan sektor militer China.

Daftar yang dikenal sebagai "Daftar 1260H" tersebut berisi perusahaan-perusahaan yang dinilai mendukung basis industri pertahanan atau program "fusi militer-sipil" China. Meski tidak langsung dikenai sanksi, perusahaan yang masuk daftar ini akan menghadapi pembatasan dalam berbisnis dengan Departemen Pertahanan AS.


Sebagai konsekuensi, mulai akhir Juni 2026, Pentagon dilarang menjalin kontrak langsung dengan perusahaan-perusahaan yang masuk daftar tersebut. Mulai 2027, larangan itu juga mencakup pembelian produk dan layanan mereka melalui pihak ketiga.

Selain Alibaba, Baidu, dan BYD, Pentagon juga memasukkan perusahaan lain seperti WuXi AppTec, RoboSense Technology, serta Unitree. Daftar tersebut juga kembali mencantumkan produsen chip memori China, yakni CXMT dan YMTC.

Sejauh ini, WuXi AppTec telah membantah penetapan tersebut dan menyatakan akan mengajukan permohonan agar namanya dicabut dari daftar. Sementara Alibaba, Baidu, dan BYD belum memberikan tanggapan resmi.

Langkah Pentagon muncul hanya beberapa waktu setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat meredakan perang dagang dan membentuk dewan investasi serta perdagangan bersama. 

Namun, keputusan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan terkait keamanan nasional masih menjadi ganjalan utama dalam hubungan Washington dan Beijing.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya