Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL)

Politik

Kepercayaan Pasar Harus Dipulihkan untuk Redam Sentimen "Sell Indonesia"

SELASA, 09 JUNI 2026 | 12:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dinamika yang terjadi di pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir perlu disikapi dengan cara memulihkan dan memperkuat kepercayaan pelaku pasar, investor, dan masyarakat terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, berbagai sentimen yang berkembang di pasar, termasuk munculnya istilah “Sell Indonesia”, hendaknya dibaca sebagai masukan yang perlu dijawab dengan penguatan komunikasi kebijakan dan langkah-langkah strategis yang semakin mempertegas arah pembangunan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, baik dari sisi pertumbuhan, sektor keuangan, maupun daya tahan terhadap berbagai gejolak global. Namun, dalam situasi ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan pasar tetap menjadi faktor penting yang perlu terus dijaga bersama,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.


Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan komunikasi secara lebih intensif kepada publik dan pelaku pasar mengenai arah kebijakan ekonomi, prioritas pembangunan, serta strategi menjaga keberlanjutan fiskal negara.

“Pasar pada dasarnya membutuhkan kepastian dan konsistensi. Oleh karena itu, penyampaian roadmap kebijakan ekonomi yang jelas akan membantu meningkatkan keyakinan investor sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” bebernya.

Amin juga mendorong percepatan berbagai agenda reformasi ekonomi yang selama ini menjadi perhatian dunia usaha, mulai dari peningkatan kemudahan investasi, penguatan sektor industri nasional, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Selain itu, menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta seluruh pemangku kepentingan ekonomi perlu terus diperkuat agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya