Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari bersama Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra. (Foto: Bakom RI)

Politik

Dari Pangan hingga Sekolah Rakyat

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

SELASA, 09 JUNI 2026 | 01:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sebanyak 108 kebijakan dan terobosan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar 18 bulan pertama masa kepemimpinan didokumentasikan dalam buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto yang diluncurkan di University Club, Jakarta Selatan, Senin, 8 Juni 2026.

Buku yang ditulis Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari bersama Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra itu berupaya memetakan berbagai solusi yang telah dihadirkan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, industrialisasi hingga digitalisasi.

Peluncuran buku diawali dengan penandatanganan buku oleh ketiga penulis dan dilanjutkan dengan diskusi publik yang dimoderatori Budi Adiputro dan Arie Putra.


Dalam sambutannya, Qodari menilai berbagai kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan karakter kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan transformasi nasional.

"Saya ingin katakan bahwa Pak Prabowo ini adalah bapak transformasi bangsa, dari gelap menuju terang ya, dari masalah menjadi solusi. Kalau di sebelah sana ada tadi mungkin diskusi 'Presiden Masalah', ya kita jawab bahwa sebetulnya ini 'Presiden Solusi' yang menyelesaikan banyak masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia," kata Qodari.

Menurut dia, penyebutan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan didasarkan pada rekam jejak kebijakan yang telah dihasilkan pemerintah sejak Prabowo menjabat Presiden Republik Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa tim penulis mencatat sedikitnya 108 solusi yang telah dilahirkan pemerintah dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun pertama pemerintahan.

"Bapak Transformasi Bangsa itu rekam jejaknya, titik-titiknya itu kita catat di buku 'Presiden Solusi' ini. Jadi solusi-solusi ini ada 108, nanti terus akan bertambah karena ini kan baru catatan sekitar satu setengah tahun," ujarnya.

Qodari menuturkan, buku tersebut lahir dari proses panjang pengumpulan data, pemetaan persoalan, serta dokumentasi berbagai kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo sejak awal masa pemerintahan.

"Saya pernah di KSP, kemudian di Bakom, bekerja sama erat dengan Pak Yuza dan Agung dalam mengolah data, mengolah informasi, mengidentifikasi masalah, dan mencatat solusi-solusi yang dibuat Presiden," ungkap Qodari.

Ia menegaskan bahwa pendekatan Presiden Prabowo dalam menjalankan pemerintahan tidak hanya berfokus pada persoalan yang tampak di permukaan, melainkan berupaya menyentuh akar persoalan yang selama ini menjadi hambatan pembangunan nasional.

"Presiden hadir untuk masyarakat, untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa. Bahkan lebih jauh, Presiden Prabowo melihat persoalan bukan hanya di permukaan, tetapi sampai ke akar yang sangat fundamental, termasuk masalah-masalah yang selama ini mungkin diabaikan dan tidak terlihat oleh sebagian orang," jelasnya.

Menurut Qodari, berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan selama satu setengah tahun terakhir perlu dicatat secara sistematis agar dapat dipahami masyarakat secara lebih utuh.

"Dalam satu setengah tahun ini, berbagai solusi atas permasalahan tersebut terasa perlu untuk dicatat dan diketahui masyarakat. Sekaligus memberikan gambaran yang mudah dipahami publik dan media mengenai masalah apa saja yang muncul serta bagaimana jawabannya diberikan. Karena itu, buku ini diberi judul Presiden Solusi, yang kebetulan jika disingkat menjadi PS, sama dengan inisial nama Presiden kita, Prabowo Subianto," tuturnya.

Qodari juga mencontohkan sejumlah program yang telah menunjukkan progres nyata di berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan hingga peningkatan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin.

"Sebetulnya, soal pangan misalnya, bukan hanya sudah dikerjakan, tetapi juga sudah dicapai, khususnya swasembada beras. Tentu pangan memiliki sangat banyak aspek. Kemudian, untuk masyarakat miskin desil 1 dan desil 2, program sekolah bukan hanya sudah ada, tetapi juga sudah berjalan pada tahapan yang lebih lanjut, yaitu menuju Sekolah Rakyat permanen yang pembangunannya sedang diselesaikan," jelasnya.

Menurut Qodari, berbagai solusi yang dihadirkan pemerintah terus berkembang seiring kemajuan pelaksanaan program di lapangan.

"Program kampung nelayan juga sudah dilakukan di berbagai tempat. Jadi, apa yang disampaikan dalam buku ini tentu mengikuti perkembangan dan progres masing-masing program. Namun yang penting adalah agar publik mengetahui bahwa Presiden membawa solusi bagi masalah-masalah yang dirasakan masyarakat," ungkap Qodari

"Secara keseluruhan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, perikanan, maupun berbagai persoalan lain yang dihadapi bangsa ini," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya