Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Terdampak Pelemahan Rupiah

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

SELASA, 09 JUNI 2026 | 00:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum berencana memberikan insentif khusus kepada pedagang tahu dan tempe yang terdampak kenaikan harga bahan baku imbas pelemahan nilai tukar Rupiah.

Hal itu disampaikan Purbaya saat ditanya mengenai kemungkinan bantuan pemerintah bagi pelaku usaha tahu dan tempe yang belakangan mengeluhkan kenaikan biaya produksi.

"Nanti kita lihat seperti apa ke depan. Yang jelas kan kita harapkan Rupiah bisa menguat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Itu aja," kata Purbaya di Jakarta, pada Senin 8 Juni 2026.


Purbaya menegaskan fokus pemerintah saat ini menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang tengah berada di bawah tekanan. 

"Kita serahkan semua ke bank sentral untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah," ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya mengakui pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS telah memicu kenaikan biaya impor sejumlah komoditas, termasuk kedelai yang menjadi bahan baku utama industri tahu dan tempe. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga jual di tingkat konsumen dan menambah beban pelaku usaha kecil di sektor pangan.

"Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor. Yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka," ucap Purbaya di Gedung DPR pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Untuk itu, Purbaya menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar Rupiah untuk menjaga biaya impor bahan baku tetap terkendali. Dengan begitu, pelaku usaha kecil tidak terus menghadapi tekanan biaya produksi.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah berupaya memastikan stabilitas ekonomi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pemerintah tidak hanya ingin menjaga stabilitas indikator ekonomi makro. Pemerintah juga ingin manfaat stabilitas itu terasa langsung oleh masyarakat," tandasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya