Berita

Ilustrasi

Politik

Pemerintah Jangan Salahkan Konflik Timur Tengah atas Pelemahan Rupiah

SENIN, 08 JUNI 2026 | 18:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta agar tidak bersembunyi di balik alasan konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global dalam menghadapi tekanan ekonomi nasional. 

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo dalam Raker Komisi VII dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

“Janganlah kita mengambil alasan konflik sana, enggak usah. Kita lihat realitas sekarang, dolar kita sudah Rp18.000 sekian. Kalau dolar sudah naik, sudah pasti sektor industri kena," kata Yoyok.


Politikus Partai NasDem itu menyebut pelemahan rupiah hingga Rp18 ribu per dolar sebagai ancaman nyata yang harus menjadi fokus utama pemerintah, bukan sekadar dalih.

Ia menyoroti rangkaian dampak kenaikan dolar yang memukul sektor industri secara bertubi-tubi, biaya impor bahan baku melonjak, harga pokok produksi ikut naik, sementara daya beli masyarakat terus merosot. 

Legislator dari Dapil Jateng X itu menilai kondisi itu bukan sekadar siklus biasa, melainkan krisis nyata yang membutuhkan langkah luar biasa dari pemerintah.

Lebih jauh, Yoyok mendorong pemerintah mengambil sejumlah langkah konkret, yakni menjaga stabilitas biaya produksi manufaktur, menyelamatkan rantai pasok, memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, serta mendorong pelonggaran bea masuk untuk bahan baku impor. 

Ia juga mendorong Kemenperin berkoordinasi lebih aktif dengan kementerian dan lembaga lain, termasuk Bank Indonesia.

“Kalau memang dolar menghajar kita, tinggalkan. Kita masih bisa pakai RMB, masih bisa pakai Yuan, masih bisa pakai yang lain. Kita negara besar, kenapa harus takut," tegasnya. 

Terkait importir bahan baku, Yoyok tidak segan menyuarakan sikap tegas. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit bagi semua pihak, ia mendesak pemerintah mengawasi ketat para importir dan memaksa industri beralih ke bahan baku lokal apabila substitusi tersebut memungkinkan, agar tidak ada pihak yang justru memanfaatkan situasi krisis untuk kepentingan sendiri.

“Bisa tidak Bapak mewajibkan seluruh sektor industri meningkatkan penggunaan bahan baku lokal? Kalau dalam negeri masih ada, kenapa tidak dipaksa saja? Situasi lagi sulit bareng, jangan sampai ada yang memanfaatkan," lanjutnya.

Yoyok juga mencatat bahwa PHK telah mencapai lebih dari 23.000 kasus sejak Januari 2026. Ia menegaskan, tanpa langkah antisipasi yang cerdas dan tepat sasaran dari Kemenperin, tekanan terhadap sektor industri nasional akan semakin dalam dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya