Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

IHSG Ambruk Nyaris 5 Persen, Dolar AS Tembus Rp18.187 Sore Ini

SENIN, 08 JUNI 2026 | 17:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 252,6 poin atau anjlok 4,52 persen ke level 5.342 pada perdagangan Senin sore, 8 Juni 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks bahkan sempat menyentuh titik terendahnya di level 5.317, dan titik tertinggi di 5.523.

Pelemahan terjadi hampir merata di seluruh sektor di tengah derasnya aksi jual pelaku pasar. Sebanyak 661 saham tercatat berada di zona merah, 78 saham menguat, sementara 78 saham lainnya bergerak stagnan.


Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi sore ini mencapai Rp21,7 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 32 miliar saham. Sementara frekuensi transaksi tercatat mencapai 2,2 juta kali, dan kapitalisasi pasar menciut menjadi Rp9.438 triliun.

Untuk diketahui, IHSG telah merosot 12,82 persen selama lima hari dan anjlok hingga 23,38 persen dibanding bulan sebelumnya.

Tak hanya pasar saham, tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali ditutup melemah pada perdagangan sore ini.

Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.187 per dolar AS. Mata uang Garuda terkoreksi 151,5 poin atau 0,84 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah kembali terjadi setelah Bank Indonesia merilis data cadangan devisa per akhir Mei 2026 yang tercatat menyusut 144,9 miliar dolar AS. 

Cadangan tersebut turun dari bulan sebelumnya sebesar 146,2 miliar dolar AS. Angka ini, kata Ibrahim bahkan menjadi yang terendah sejak Juni 2024 lalu.

"Bahkan, jika ditarik data historis lebih jauh maka cadangan devisa di level 144,9 miliar dolar AS itu merupakan rekor terendah baru sejak Juni 2024 (saat itu cadangan devisa di level 140,2 miliar Dolar AS) atau dalam 23 bulan terakhir," kata Ibrahim dalam analisanya.

Ia pun memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa 9 Juni 2026, namun ditutup melemah direntang  Rp18.180-Rp.18.230 per dolar AS.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya