Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Politik

Mahasiswa Ultimatum 18 Hari Perbaiki Rupiah, Istana: Mohon Maaf Tidak Semuanya Bisa

SENIN, 08 JUNI 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah merespons tuntutan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah yang mengultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah menampung aspirasi mahasiswa tersebut sebagai masukan konstruktif. 

"Beberapa hari ini, saudara saksikan bahwa kita betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita," ujar Prasetyo kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.


Prasetyo mengakui, persoalan ekonomi, khususnya fluktuasi nilai tukar rupiah, bukanlah perkara mudah karena dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal maupun internal. 

Kendati begitu, ia optimis langkah-langkah yang diambil pemerintah, termasuk koordinasi intensif dan pemberian kepastian kepada pelaku usaha, akan membuahkan hasil. 

Terkait ultimatum 18 hari yang diberikan mahasiswa sebelum mengancam akan menggelar aksi "Reformasi Jilid 2", Prasetyo mengatakan bahwa perubahan ekonomi yang bersifat fundamental tidak selalu bisa disesuaikan dengan tenggat waktu yang kaku. 

"Mohon maaf, ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu," kata Prasetyo. 

Namun begitu, Prasetyo mengapresiasi semangat para mahasiswa yang terus mengawal kebijakan pemerintah. Ia melihat tuntutan tersebut sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap sektor ekonomi negara. 

"Yakinlah bahwa yang dimaksud oleh adik-adik ini adalah semangatnya. Semangat untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," pungkas Prasetyo.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya