Berita

Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Dolar AS Diprediksi Tembus Rp19 Ribu Akhir Bulan Ini

SENIN, 08 JUNI 2026 | 13:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir Juni 2026. 

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga menembus Rp19.000 per dolar AS.

"Kemudian untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kemungkinan besar ini akan menuju level terkritis, itu di 4.000 sampai akhir bulan Juni ini," kata Ibrahim dalam analisanya pada Senin 8 Juni 2026.


Mengutip data Bloomberg hingga pukul 13.00 WIB, kurs rupiah sendiri terus tertekan mendekati level psikologis baru Rp18.200, ke Rp18.181 per Dolar AS.  Mata uang Garuda itu melemah 145,5 poin atau 0,81 persen.

Sementara IHSG terus berada di zona merah dan menurun 160 poin atau 2,87 persen ke level 5.434. Indeks bahkan sempat berada di level terendahnya di 5.346.

Menurut Ibrahim, sejumlah faktor eksternal dan domestik menjadi pemicu memburuknya sentimen pasar, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS), hingga tekanan terhadap fiskal Indonesia akibat kenaikan harga minyak dunia.

Ia menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah global berpotensi meningkatkan kebutuhan Dolar AS untuk impor energi. Kondisi tersebut dinilai dapat memberi tekanan terhadap neraca berjalan dan memperlebar defisit anggaran pemerintah.

"Kalau kebutuhan dolar mengalami peningkatan, berarti ini pun juga akan mempengaruhi neraca berjalan. Kalau neraca berjalan berpengaruh, berarti akan mempengaruhi defisit anggaran, kemungkinan besar akan mendekati 3 persen," kata Ibrahim.

Di sisi lain, inflasi yang meningkat serta surplus neraca perdagangan yang mulai menyempit turut menambah tekanan terhadap perekonomian domestik.

Ibrahim juga menyoroti keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia di tengah pelemahan Rupiah, karena meningkatnya kekhawatiran investor terhadap berbagai agenda belanja pemerintah.

"Terutama adalah tentang proyek-proyek MBG, proyek Koperasi Desa Merah Putih. Kemudian ini pun juga yang paling utama itu adalah meningkatnya subsidi bahan bakar," kata Ibrahim.

Menurutnya, kenaikan kebutuhan subsidi energi akibat lonjakan harga minyak dunia semakin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita harus tahu bahwa bahan bakar yang disubsidi 85 persen ini membutuhkan dolar yang cukup besar, harus diingat di APBN itu dipatok Rp16.500. Kemudian minyaknya di (harga) 70 Dolar AS per barrel, sekarang sudah di angka berapa?" kata Ibrahim.

Sementara dari faktor global, Ibrahim menilai konflik di Timur Tengah telah mendorong penguatan Dolar AS dan kenaikan harga minyak. Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang masih kuat membuat peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral AS semakin kecil.

"Bahwa kebijakan suku bunga rendah kemungkinan besar tidak akan terjadi," tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya