Berita

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya. (Foto: Setpres)

Politik

Kemenangan Letkol Teddy dan Letkol Denny Sopyan di Seskoad Disorot

SENIN, 08 JUNI 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam tradisi militer modern, Adhi Makayasa merupakan simbol keunggulan akademik, kepemimpinan, mental, dan jasmani ketika seorang taruna lulus dari akademi. 

"Namun penghargaan itu diberikan pada titik awal karier, bukan jaminan  seseorang akan selalu menjadi yang terbaik sepanjang perjalanan dinas," kata Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting dalam keterangannya, Senin 8 Juni 2026.

Ginting mengatakan, karier militer seperti maraton, bukan lomba lari 100 meter. Perwira yang cemerlang di akademi belum tentu menjadi yang terbaik ketika memasuki jenjang pendidikan pengembangan, penugasan operasi, jabatan staf, maupun kepemimpinan lapangan. 


"Sebaliknya, ada perwira yang berkembang pesat setelah bertahun-tahun pengalaman bertugas," kata Ginting.

Dari sudut pandang profesional militer, "kemenangan" Denny Sopyan dan Teddy Indra Wijaya justru menunjukkan sistem pendidikan  Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), masih memberikan ruang bagi kompetisi terbuka. 

Jika seorang perwira yang dekat dengan Presiden meraih prestasi terbaik karena memang unggul dalam penilaian akademik dan intelektual secara fair, maka hal itu merupakan bagian dari meritokrasi. 

"Namun jika tidak fair, hal ini akan menjadi persoalan dan memunculkan persepsi yang merugikan Angkatan Darat," kata Ginting.

Dalam ilmu politik, persepsi sering kali sama pentingnya dengan realitas. Denny Sopyan dikenal sebagai bagian dari lingkar pengamanan Presiden. 

Teddy Indra Wijaya bahkan lebih menonjol karena menduduki jabatan politik strategis sebagai Sekretaris Kabinet sekaligus tetap berasal dari lingkungan militer.

Ketika dua figur yang diasosiasikan dengan pusat kekuasaan dan mendapatkan kenaikan pangkat lebih cepat dari teman seangkatannya, kemudian memperoleh prestasi tertinggi saat mengikuti pendidikan Seskoad dengan tetap memegang jabatan lingkaran presiden, sebagian kalangan akan bertanya: apakah ini murni prestasi akademik atau ada faktor kedekatan dengan kekuasaan?

Pertanyaan semacam ini hampir selalu muncul dalam organisasi birokrasi maupun militer di berbagai negara. Semakin dekat seseorang dengan pusat kekuasaan, semakin besar pula sorotan terhadap setiap keberhasilannya.

"Tantangan terbesar bukan membuktikan mereka pintar, melainkan memastikan seluruh proses penilaian berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Ginting.

Pada penutupan Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVI Tahun 2026 di lembaga pendidikan tertinggi Angkatan Darat, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), pada 3 Juni 2026 lalu, muncul fakta menarik.

Peraih Adhi Makayasa Akademi Militer 2011, Mayor (Czi) Henric Pardamean Hutagalung, hanya berada di peringkat kedua prestasi belajar terbaik. Peringkat pertama justru diraih Letkol (Inf) Denny Sopyan, rekan seangkatannya di Akmil yang kini dikenal sebagai salah satu pengawal Presiden Prabowo Subianto.

Pada kategori penulisan Kertas Karya Perorangan (Taskap), situasi serupa kembali terjadi. Peraih Adhi Makayasa Akmil 2012, Mayor (Inf) Egy Satria Binthara, menempati posisi kedua. Adapun posisi pertama diraih Letkol (Inf) Teddy Indra Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya