Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Purbaya: Konsumsi Kuat Angkat Penerimaan Pajak

SENIN, 08 JUNI 2026 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tingginya aktivitas perdagangan dan kuatnya konsumsi masyarakat menjadi pendorong utama pertumbuhan penerimaan pajak hingga Mei 2026. 

Kondisi tersebut tercermin dari melonjaknya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) serta kinerja sejumlah sektor ekonomi yang mencatat pertumbuhan signifikan.

Hingga akhir Mei 2026, penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp315,7 triliun atau tumbuh 41,3 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 40,2 persen dengan realisasi Rp221,2 triliun.


Menteri Keuangan Purbaya menilai peningkatan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi domestik masih kuat dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“PPN dan PPnBM sebagai pajak konsumsi meningkat tinggi sejalan dengan konsumsi dalam negeri yang kuat dan daya beli yang terjaga,” ujarnya.

Dari sisi sektoral, perdagangan menjadi penyumbang pertumbuhan penerimaan pajak terbesar dengan kenaikan 52,4 persen. 

Posisi berikutnya ditempati sektor pertambangan yang tumbuh 28,2 persen, industri pengolahan 19,7 persen, pengangkutan dan pergudangan 16,8 persen, jasa perusahaan 16,3 persen, serta konstruksi dan real estat sebesar 7,4 persen.

Menurut Purbaya, tingginya pertumbuhan pada sektor perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi masyarakat yang terus meningkat. Sementara itu, pertumbuhan penerimaan dari sektor industri pengolahan mengindikasikan aktivitas manufaktur yang tetap berjalan kuat.

“Kinerja sektor-sektor tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak. Ketika perdagangan tumbuh tinggi berarti ada transaksi dan konsumsi yang meningkat, sedangkan industri pengolahan yang tumbuh menunjukkan pabrik-pabrik tetap berproduksi,” jelasnya.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga tercermin dari kinerja impor bahan baku dan bahan penolong yang tumbuh 10,67 persen. Kenaikan tersebut menunjukkan kebutuhan industri terhadap input produksi masih tinggi dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas manufaktur nasional.

Pemerintah menilai kombinasi antara konsumsi yang kuat, aktivitas perdagangan yang meningkat, serta berlanjutnya produksi industri menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menopang penerimaan negara hingga akhir tahun.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya