Berita

Presiden AS Donald Trump. (Foto: tangkapan layar video NBC Meet The Press)

Dunia

Trump Ngeles Ingkar Janji, Perang Iran Demi Selamatkan Dunia

SENIN, 08 JUNI 2026 | 06:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Donald Trump membantah tudingan melanggar janji kampanye untuk tidak menyeret Amerika Serikat ke dalam perang baru.

Saat ditanya apakah dirinya mengingkari janji yang konsisten disampaikan sejak kampanye 2015, Trump menjawab langkah militernya dilakukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. 

"Tidak. Saya harus menghentikan sebuah negara yang sangat kuat dan sangat berbahaya agar tidak memiliki senjata nuklir," katanya dalam wawancara dengan program NBC Meet The Press, dikutip redaksi pagi ini, Senin, 8 Juni 2026. 


Trump beralasan Iran merupakan ancaman serius bagi dunia. Menurut dia, jika Teheran berhasil memiliki senjata nuklir, dampaknya bisa menghancurkan Israel, Timur Tengah, Eropa, bahkan mengancam wilayah Amerika Serikat.

"Saya berurusan dengan mereka, orang-orang yang sangat kuat dan berpengaruh, tetapi benar-benar gila. Mereka tidak waras," ujarnya.

Meski begitu, Trump mengaku selama ini mampu menjalin hubungan baik dengan para petinggi Iran dan bahkan menyukai mereka secara pribadi. Namun, hubungan baik tidak boleh mengabaikan ancaman keamanan global sehingga menegaskan Iran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

"Saya sedang melakukan jasa bagi dunia. Saya juga sedang melakukan jasa bagi negara kita. Ini adalah prinsip America First," ujar Trump.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya