Berita

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan (kanan). (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Komut Pertamina Minta Ekosistem Internal Saling Menguatkan

SABTU, 06 JUNI 2026 | 23:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah pembenahan internal besar-besaran terus digulirkan di tubuh Pertamina Group. Pengelola seluruh lini bisnis dan subholding kini diperintahkan untuk meruntuhkan tembok pembatas dan menyatukan kekuatan.

Perintah tegas ini dikeluarkan oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, dalam rapat strategis bersama Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) di Jakarta.

Iwan Bule dengan mata telanjang menyoroti masih adanya pola kerja menyendiri (silo) serta ego sektoral yang terjadi antar-unit bisnis maupun antar-subholding di lingkungan Pertamina.


Ia menyatakan, kekuatan terbesar Pertamina di masa depan tidak lagi diukur dari seberapa raksasa skala bisnis atau nilai aset yang dimiliki, melainkan pada kompaknya ekosistem perusahaan untuk bergerak bersama.

“Saya ingin menegaskan bahwa sinergi bisnis Pertamina Group harus dijalankan secara nyata, bukan hanya sekadar konsep di atas kertas organisasi,” cetus Iwan Bule sebagaimana dikutip pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Jenderal purnawirawan bintang tiga Polri ini juga menerbitkan instruksi wajib bagi setiap unit bisnis dan anak perusahaan untuk mengutamakan penggunaan produk, jasa serta kapabilitas internal Pertamina Group.

Syaratnya, sepanjang fasilitas internal tersebut tersedia dan memenuhi aspek keekonomian serta kualitas yang dibutuhkan.

Melalui kebijakan potong kompas ini, seluruh ekosistem raksasa hijau ini diharapkan bisa saling menguatkan, meningkatkan efisiensi total, sekaligus membentengi perusahaan dari hantaman krisis ekonomi global.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya